post image
Balon udara La Gustave yang diterbangkan dan dikendalikan Madam Thible.
KOMENTAR

Wanita kelahiran Lyon, Prancis, ini tercatat dalam sejarah sebagai pilot wanita pertama di dunia.

Elisabeth Thible awalnya adalah seorang penyanyi opera. Nada suaranya terkenal melengking tinggi.

Penerbangan pertama dilakukannya 235 tahun lalu, jauh sebelum Wright Bersaudara menyelesaikan pesawat ciptaan mereka di awal abad ke-20.

Tanggal 4 Juni 1784, Madam Thible menerbangkan balon udara Montgolfière. Ini adalah penerbangan bebas. Artinya, keranjang balon udara tidak diikat tali seperti yang biasa dilakukan pada masa itu.

Elisabeth Thible tidak sendirian ketika melakukan aksinya. Sahabatnya yang juga menjadi penumpang dalam penerbang itu adalah Monsieur Fleurant.

Madam Thible memang bukan wanita pertama yang mengudara dengan Montgolfière.

Empat wanita pada tanggal 20 Mei 1784 telah lebih dahulu terbang dengan menggunakan balon udara Montgolfière ini. Keempat wanita itu adalah Marchioness dan Countess of Montalembert, Countess of Podenas dan Miss de Lagarde.

Bedanya, balon udara yang mereka tumpangi di Paris dalam keadaan terikat.

Adapun balon udara yang dinaiki Elisabeth Thible mengapung bebas, dan ia berperan sebagai pengendali penerbangan.

Balon udara yang dikendalikan Elisabeth Thible diberi nama baptis La Gustave untuk menghormati Raja Gustav III yang sedang mengunjungi Lyon.

Baik Raja Gustav III dan keluarga kerajaan Prancis termasuk Raja Louis XVI dan Marie Antoinette mengamati perjalanan La Gustave.

Keikutsertaan Madam Thible  dalam penerbangan itu sebetulnya tidak sengaja.

Awalnya, Monsieur Fleurant berencana berpergian dengan Pangeran Jean Baptiste de Laurencin yang merupakan salah satu dari enam penumpang dalam penerbangan eksperimental balon Montgolfier yang diberi nama Flesselles pada 19 Januari 1784.

Adalah Joseph Montgolfier yang mengemudikan penerbangan di bulan Januari itu selama 12 menit. Penerbangan eksperimental itu berakhir secara dramatis, balon robek dan terbakar. Keenam penumpang dan pilot berhasil lolos dari maut tanpa cedera.

Monsieur Fleurant yang sudah merencanakan pernebangan di bulan Juni tampaknya berspekulasi bahwa Count de Laurencin tidak bisa bergabung dengan penerbangan di musim panas itu. Maka, Elisabeth Thible pun mendapat tempat terhormat sebagai pilot La Gustave.

Sesaat setelah La Gustave meninggalkan tanah Monsieur Fleurant dan Elisabeth Thible yang berpakaian seperti dewi Romawi Minerva menyanyikan dua lagu dari Monsinyur La Belle Arsene, sebuah opera terkenal saat itu.

Beberapa penonton yang menyaksikan penerbangan itu ikut membantu mengangkat keranjang hingga naik ke ketinggian.

Penerbangan yang dipimpin Madam Thible berlangsung lebih lama dari penerbangan eksperimental di bulan Januari. Balon melayang selama 45 menit, bergerak sekitar tiga mil dengan ketinggian 8.500 kaki.

Kini nama Madam Thible disejajarkan dengan nama pembuat La Gustave, Joseph Michel Montgolfier dan Jacques Etienne Montgolfier.

Kekuatan Udara Indonesia 1960an

Sebelumnya

G-BOAD, Supersonik Negeri Jiran yang Pernah Ada

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Histoire