post image
Irak tolak gabung koalisi maritim AS/Net
KOMENTAR

 Irak mengumumkan penolakannya untuk bergabung bersama Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di dalam Koalisi Keselamatan dan Perlindungan Navigasi Maritim di Teluk Persia. Pengumuman tersebut disampaikan Jurubicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmed Al-Sahaf, Kamis (19/9).

"Karena kenyataan eskalasi antara Teheran dan Washington mengambil banyak jalur, Irak akan tetap netral pada eskalasi ini menekankan perlunya menjaga keamanan, keseimbangan, dan stabilitas kawasan," ujar Sahaf seperti yang dimuat Middle East Monitor.

Alasan tersebut tak lain karena Irak mendukung kestabilan dan keseimbangan di kawasan. Oleh karenanya, Irak harus menolak bergabung dengan poros maritim yang bertujuan mengamankan navigasi maritim di Teluk.

Lebih lanjut, Sahaf mengungkapkan, kawasan perlu mempromosikan visi politik bersama antar negara tetangga karena keamanan maritim adalah tanggung jawab negara-negara di kawasan Teluk.

Di sisi lain, Irak berencana menjadi titik pertemuan dan daya tarik bagi perusahaan investasi besar, sembari membuka diri terhadap ekonomi utama.

Keputusan penolakan Irak ini bersamaan dengan keputusan bergabungnya Uni Emirat Arab (UEA) ke dalam koalisi. Dengan begitu, saat ini koalisi maritim AS telah diisi oleh pasukan Arab Saudi, Australia, Bahrain, Inggris, Israel, dan UEA.

Tegas, Erdogan Pastikan Turki Tidak Akan Nyatakan Gencatan Senjata Di Timur Laut Suriah

Sebelumnya

Gedung Putih: AS Tidak Akan Terlibat Dalam Operasi Turki di Suriah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA