post image
KOMENTAR

Pesaing Airbus dan Boeing itu semakin gagah berdiri di depan mata.

Kamis kemarin (24/10), perusahaan pembuat pesawat terbang Republik Rakyat China, Comac, melakukan penerbangan uji coba kelima untuk pesawat penumpang berbadan sempit pertama yang mereka produksi,  C919.

Penerbangan uji coba dilakukan di Pudong, Shanghai.

Keberhasilan penerbangan uji coba ini dianggap sebagai sebuah langkah berarti yang dapat mempercepat proses sertifikasi kelaikan udara sebelum memasuki pasar pada tahun 2021.

China Daily melaporkan, pesawat yang diuji coba hari Kamis kemarin memiliki nomor 105. Sementara pesawat dengan nomor 106 akan menjalankan uji coba pertama pada akhir tahun ini.

Pesawat uji 105 melakukan penerbangan uji dalam kondisi cuaca khusus seperti suhu tinggi dan cuaca sangat dingin. Selain itu, tes juga akan dilakukan terkait pengendalian lingkungan, catu daya, pelepasan cairan badan pesawat dan mata pelajaran lainnya.

"Enam pesawat uji C919 akan dimasukkan ke dalam uji terbang pada akhir tahun ini, yang berarti sertifikasi kelaikan udara C919 akan dipercepat dengan cara menyeluruh," kata  analis industri penerbangan Lin Zhijie.

"C919 harus terbang dengan aman dan andal terlebih dahulu, dan kemudian terus meningkatkan kinerjanya. generasi kedua dan dan ketiga pesawat ini dapat menantang pabrikan utama Barat,”  sambung Lin.

Menurut Comac, empat jet uji C919 yang telah diuji, 101 101, 102, 103 dan 104, sedang menjalani uji terbang lanjutan di beberapa pangkalan termasuk di distrik Yanliang di Xi'an, provinsi Shaanxi, Dongying di provinsi Shandong, dan Nanchang di provinsi Jiangxi.

Pesawat C919 nomor 105 lepas landas pukul 10.00 hari Kamis dari Bandara Internasional Pudong Shanghai, dan terbang selama satu jam dan 37 menit, sebelum berhasil kembali ke bandara. Pesawat menyelesaikan beberapa tes dan pemeriksaan kontrol awal pada sistem pesawat.

Dari penerbangan perdana hingga memperoleh sertifikasi kelaikan udara, model pesawat terbang perlu menjalani lebih dari 1.000 tes, termasuk yang terkait dengan suhu tinggi, kelembaban tinggi, dingin ekstrim, tabir angin yang kuat, kecepatan lepas landas minimum dan kemacetan.

Menurut Comac, mereka sudah menerima 815 pesanan untuk C919. Pesawat ini dapat disejajarkan dengan pesawat lorong tunggal Boeing B737 lorong dan A320 Airbus.

Luncurkan 2 Kostum Antariksa Baru, NASA Siap Kembali Ke Bulan?

Sebelumnya

Tol Langit Bisa Genjot Industri Digital Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Technology