post image
Qantas Airways bakal terus turunkan emisi karbon pesawat mereka/Net
KOMENTAR

 Queensland and Northern Territory Aerial Service atau yang lebih dikenal dengan Qantas Airways berkomitmen untuk memangkas emisi karbon menjadi nol pada 2050 sebagai partisipasi untuk memerangi perubahan iklim.

 "Kami melakukan ini karena hal yang memang harus dilakukan," ujar Kepala Eksekutif Qantas Alan Joyce seraya mengatakan persoalan perubahan iklim adalah masalah yang nyata, Senin (11/11).

Untuk mencapai komitmen tersebut, Qantas mengaku tengah berupaya untuk membatasi emisi mulai 2020 dan akan berinvestasi sebesar 34,3 juta dolar AS atau setara dengan Rp 481 miliar (Rp 14.048/dolar AS) selama 10 tahun untuk mengembangkan bahan bakar berkelanjutan, seperti yang dimuat Channel News Asia.

Saat ini, Qantas sendiri telah bereksperimen dengan menerbangkan pesawat dari Los Angeles ke Melbourne menggunakan biofuel dari biji sesawi. Menurut Joyce, langkah ini dapat menurunkan emisi karbon hingga 80 persen jika dibandingan dengan bahan bakar tradisional.

"Kami secara efektif mengadakan program pengurangan karbon mulai hari ini dan kami membatasi emisi bersih di Qantas dan Jetstar pada 2020 hingga semua penerbangan baru akan menjadi bebas karbon," tambahnya.

Sebelum Qantas, Air France dan British Airways juga telah melakukan hal yang sama pada bulan lalu. Mereka mengatakan telah berkomitmen untuk mengurangi semua kandungan emisi pada penerbangan domestik mereka per 2020 mendatang.

Insiden Dua Pesawat Garuda Yang Berhadap-hadapan Adu Moncong Di Bandara

Sebelumnya

Puing-puing Pesawat Hercules Chili Yang Hilang Kontak Di Atlantik Ditemukan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel AviaNews