post image
KOMENTAR

Lukisan berukuran besar yang tergantung di salah satu dinding di lantai 12, Gedung Granadi, Jalan HR Rasuna Sahid, ini menarik perhatian Pemimpin Redaksi ZonaTerbang.Id, Teguh Santosa.

Teguh memotretnya dan kemudian mengupload foto lukisan itu di halaman Facebook miliknya.

"Sebagai pengelola zonaterbang.id kini saya diminta untuk lebih sensitif dengan hal-hal yang terkait penerbangan kini dan dulu. Walaupun hanya sebuah lukisan," tulis Teguh.

"Sebuah lukisan merekam kesaksian dan sekaligus memproyeksikan harapan," sambungnya.

Lukisan tersebut menggambarkan sebuah peristiwa penting yang terjadi di lapangan terbang Maguwo yang kini dikenal sebagai Bandara Adisucipto pada 27 Oktober 1945.

"Pahlawan penerbang kita, Agustinus Adisucipto, kepada Pak Harto melaporkan kesiapan pesawat-pesawat Yokosuka KY5 peninggalan Jepang," tulis Teguh lagi.

Pesawat ini oleh Sekutu dijuluki Willow. Sementara tentara Jepang menyebutnya Capung Merah. Adapun kaum republiken masa itu menamakannya Cureng.

Hari itu, A. Adisucipto yang memiliki brevert penerbang Eropa memberanikan diri menerbangkan salah satu cureng.

Kekuatan Udara Indonesia 1960an

Sebelumnya

G-BOAD, Supersonik Negeri Jiran yang Pernah Ada

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Histoire