post image
KOMENTAR

Pabrik pesawat China Commercial Aircraft Corporation (COMAC) awal pekan lalu mendemonstrasikan kemampuan terbang tinggi yang dimiliki pesawat komersial ARJ21. Dalam demonstrasi yang dilakukan dari hari Senin (19/8) hingga Rabu (21/8), ARJ21 juga memperlihatkan kemampuan terbang dengan memotong arah angin.\

Selama masa demonstrasi itu, ARJ21 melakukan penerbangan ke lima dari delapan bandara di Provinsi Yunan, yakni Kunming, Lijing, Xishuangbanna, Tengchong, Lincang dan Dali.

COMAC mendeskripsikan ARJ21 sebagai pesawat penumpang pertama yang didisain sesuai kondisi operasional di kawasan tengah dan barat China. Pesawat ini memiliki kemampuan terbang tinggi yang baik dan juga memiliki kemampuan menahan angin yang melintang.

ARJ21 adalah pesawat penumpang dengan daya jelajah menengah yang menggunakan turbofan. Pesawat ini memiliki dua varian, yakni pertama adalah ARJ21-700 dan varian kedua ARJ21-900. Masing-masing dengan daya tampung 90 dan 105 kursi penumpang.

Pesawat ini menggunakan dua mesin General Electric CF34-10A yang membuatnya mampu terbang maksimal 2.200 kilometer. Pesawat ini telah mengantongi sertifikat yang dikeluarkan Civil Aviation Administration of China (CAAC) di bulan Desember 2014. Sementara sertifikat produksi diperoleh Juli 2017.

Sejauh ini sudah ada dua maskapai yang mengoperasikan ARJ21.

Maskapai pertama adalah Chengdu Airlines yang beroperasi di 20 rute. Palnespotters.net mengindikasikan saat ini Chengdu Airlines memiliki 12 unit ARJ21-700s. Namun begitu, beberapa dari unit itu tidak beroperasi.
 
Adapun maskapai kedua yang mengoperasikan ARJ21 adalah Genghis Khan Airlines. Penerbangan pertama Genghis Khan Airlines dengan ARJ21 dilakukan pada 26 Juni lalu. Pesawat ini disebutkan memiliki dua unit ARJ21.

COMAC adalah perusahaan milik negara yang memproduksi pesawat terbang dan memiliki kantor pusat di Shanghai. Selain ARJ21, COMAC juga memproduksi C919 yang merupakan penantang pesawat MC21 yang sedang dikembangkan Rusia, dan pesawat berbadan ramping produksi Boeing dan Airbus.

Kembali Dihantam Topan, 204 Penerbangan Di Jepang Dibatalkan

Sebelumnya

Siapkan Serangan Bom Dalam Penerbangan, Kakak Beradik Ini Dibui Di Australia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel AviaNews