post image
Prototipe SpaceX/The New York Times
KOMENTAR

 Ambisi CEO sekaligus pendiri SpaceX, Elon Musk agar manusia bisa menjelajah ruang angkasa, bahkan menempati Mars dicoba dengan sebuah gebrakan baru. Dalam waktu kurang dari enam bulan mendatang, perusahaan teknologi tersebut akan meluncurkan sebuah prototipe ke orbit.

"Masa depan apa yang kamu inginkan?" tanya Musk kepada audiens di depan prototipe setinggi 50 meter dan seberat 200 ton yang berada di fasilitas peluncuran SpaceX, Texas, Sabtu malam (28/9), seperti yang dilansir dari The New York Times.

Musk mengatakan manusia harus bersiap untuk bisa tinggal di mana pun di tata surya. Oleh karenanya, ia menciptakan Starship, sebuah roket besar yang dibungkus oleh stainless steel untuk memenuhi ambisinya.

"Ini terdengar konyol. Tapi saya pikir kita akan mencoba mencapai orbit dalam waktu kurang dari enam bulan," ujar Musk sembari mempresentasikan rincian lebih lanjut tentang pesawat ruang angkasa tersebut.

Menurut Musk, SpaceX telah meyelesaikan dua penerbangan "hop" ketinggian rendah dengan Starhopper, sebuah silinder prototipe beroptik tinggi dengan salah satu mesin Raptor yang akan digunakan dalam Starship.

Dalam presentasinya, Musk mengungkapkan akan melakukan tahap uji coba pertama ke ketinggian sub-orbital sekitar 65.000 kaki oleh Starship Mk1. Kemudian Starship Mk2 juga akan melakukan uji coba serupa sebelum akhirnya meluncur ke orbit.

Sementara itu, pejabat SpaceX menyatakan Startship versi kargo akan rilis pada awal 2021. Diproyeksikan, Starship tersebut setinggi 118 meter untuk menyediakan pengiriman barang dan orang dalam jumlah yang signifikan dan terjangkau untuk membangun pangkalan di bulan dan Mars.

Musk juga menututkan ia sudah bisa membayangkan mengirim manusia ke luar angkasa pada tahun depan dengan melakukan penerbangan antarplanet sebanyak 100 orang.

Tol Langit Bisa Genjot Industri Digital Indonesia

Sebelumnya

Apple Izinkan Aplikasi Pelacak Polisi Hong Kong, China Ngomel-ngomel

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Technology