post image
China Southern Airlines/Net
KOMENTAR

 Pandemik yang dipicu Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China telah membuat banyak pihak kalut. Pada akhirnya banyak negara yang mengisolasi China.

Salah satu pihak yang merasakan dampak langsung dari lockdown (penguncian) yang dilakukan oleh berbagai negara terhadap China tidak lain adalah maskapai penerbangan.

Akibat dari penguncian ini, beberapa maskapai memutuskan untuk meliburkan karyawan mereka, termasuk pilot dan crew pesawat. Namun, di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil, keputusan itu tidak diiringi dengan pembayaran upah.

Maskapai yang memberlakukan 'cuti di luar tanggungan' adalah China Southern Airlines. Dari rekaman suara yang didapatkan Zona Terbang pada Rabu (5/2), terungkap bahwa semua pilot asing yang bekerja di China Southern dinonaktifkan hingga adanya pengumuman pencabutan larangan penerbangan ke China. 

Pemberitahuan tersebut disampaikan pihak maskapai melalui email, sembari mengungkapkan bahwa para pilot tersebut tidak akan mendapatkan gaji mulai Januari. 

"Pengumuman China South Airlines itu betul. Saya mendapatkan konfirmasi dari dua sumber berbeda. Dalam email yang mereka dapatkan dikatakan (nonaktif) secara efektif sejak 4 Februari. Mereka, semua pilot asing, diminta cuti tanpa dibayar," ujar seorang sumber enggan disebutkan identitasnya. 

Selain China Southern, ada juga Cathay Pacific Airways. Dalam laporan Channel News Asia juga disebutkan bahwa maskapai yang berbasis di Hong Kong ini juga terpaksa meliburkan 27.000 karyawannya selama tiga pekan tanpa upah. 
Menurut perusahaan, kondisi yang saat ini terjadi sama buruknya dengan krisis keuangan pada 2009. 

Pandemik corona sendiri sudah menghantui China sejak akhir tahun lalu. Wabah ini sudah menyebar ke penjuru dunia, sehingga beberapa negara kemudian menghentikan layanan penerbangan dari dan ke China.

Salah satunya Indonesia, yang mulai memberlakukan aturan tersebut per Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB. Hal ini juga dilakukan Amerika Serikat, Filipina, Malaysia, hingga Singapura.

Close X

Letnan Madeline Swegle, Pilot Pesawat Taktis Perempuan Kulit Hitam Pertama Di Angkatan Laut AS

Sebelumnya

Bantuan Pemerintah Tak Cukup, Air France Pecat 7.600 Karyawan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Air Crew