post image
Lion Air Boeing 737 Max sebelum kecelakaan/Bloomberg
KOMENTAR

Kontroversi kembalinya Boeing 737 Max untuk kembali melanglangbuana masih belum mendapat kejelasan. Hal tersebut diungkapkan pengamat penerbangan, Alvin Lie.

"EASA masih persyaratkan perbaikan-perbaikan fundamental baik pada sisi Boeing maupun FAA," ujar Alvin pada Zona Terbang, Senin (9/9).

Sebelumnya, European Aviation Safety Agency (EASA) mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menerima keputusan Federal Aviation Administration (FAA) yang menyatakan bahwa Boeing 737 Max sudah aman dan siap terbang. 

Lebih lanjut, EASA bahkan berencana akan menjalankan tes secara mandiri untuk menguji kembali kelayakan penerbangan komersial bagi 737 Max. 

Model terlaris Boeing ini sendiri belum pernah terbang secara komersial sejak kecelakaan Lion Air pada 28 Oktober 2018 yang menewaskan 189 orang dan Ethiopian Airlines pada 10 Maret 2019 yang menewaskan 157 orang.

Berdasarkan insiden tersebut, diketahui terjadi kegagalan sensor pada perangkat lunak yang disebut dengan Manoeuvring Characteristics Augmetation System (MCAS). Akibatnya, pilot menjadi tidak bisa mengendalikan pesawat.

Kepala Eksekutif EASA, Patrick Ky menerangkan, ada empat kondisi yang harus diperhatikan jika ingin membuat B737 Max kembali mengudara. 

Untuk memenuhi hal tersebut, maka 20 pakar penerbangan akan melakukan pertemuan secara online dengan insinyur Boeing dua hingga tiga kali seminggu. 

Selain itu, ada rencana untuk satu minggu penuh percobaan penerbangan B737 Max yang telah dimodifikasi di Pusat Uji Penerbangan Boeing, Seattle, AS. 

Selain memodifikasi pesawat, pilot juga harus melakukan pelatihan-pelatihan tertentu ketika menghadapi peristiwa serupa.

Menurut BBC, Boeing berhadap akan mendapatkan izin keselamatan dari FAA pada Oktober mendatang dan dapat menerbangkannya di akhir tahun.

Kembali Dihantam Topan, 204 Penerbangan Di Jepang Dibatalkan

Sebelumnya

Siapkan Serangan Bom Dalam Penerbangan, Kakak Beradik Ini Dibui Di Australia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews