post image
Perayaan hari jadi China ke-70/CBSNews
KOMENTAR

 Pemerintah China menggelar parade militer akbar dalam menyambut ulang tahun ke-70. Acara yang digelar pada Selasa (1/10) ini dijadikan ajang show of force bagi pemerintah China.

"Tidak ada kekuatan yang dapat mengguncang status tanah air kita yang agung dan tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan kemajuan bangsa China," ujar Presiden China, Xi Jinping dalam pidato yang disiarkan secara nasional seperti yang dimuat oleh CBSNews.

Perayaan tersebut dimulai ketika truk pembawa senjata masuk bersama dengan rudal berkemampuan nuklir. Rudal ini digadang-gadang dirancang khusus untuk menghindari pertahanan Amerika Serikat.

Sembari mengenakan jaket Mao abu-abu, Xi bergabung di mimbar Tianamen bersama Perdana Menteri Li Keqiang dan mantan Presiden Hu Jintao dan Jiang Zemin.

Setelah Xi memberikan pidato, militer China melakukan parade. Dalam parade ini, militer China memamerkan senjata paling canggih dan baru diperlihatkan untuk kali pertama.

Tentara PLA berbaris di depan Xi dan pemimpin lainnya di Lapangan Tiananmen yang merupakan jantung politik sekaligus simbolis negara China. Peristiwa ini disambut oleh ribuan penonton yang melambaikan bendera China sembari jet tempur terbang rendah di atas kepala.

Parade kemudian mempertunjukkan berbagai teknologi senjata China seperti misil, drone, dan bidang lainnya yang hampir menyamai AS, Rusia, dan Eropa.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Dongfeng-17, sebuah rudal balistik nuklir hipersonik yang diyakini mampu menembus semua perisai anti-rudal yang ada yang dikerahkan oleh AS dan sekutunya.

Teknologi kendaraan hypersonic glide milik DF-17 memungkinkan rudal itu untuk terbang pada ketinggian yang jauh lebih rendah sesaat sebelum mengirimkan hulu ledaknya, yang akan sulit dideteksi maupun dicegat oleh musuh.

Rudal lain yang ditampilkan adalah Dongfeng-41. Rudal tersebut diyakini memiliki jangkauan hingga 9.400 mil, yang akan membuatnya menjadi rudal militer jarak jauh di dunia. Analis mengatakan rudal itu dapat membawa sebanyak 10 hulu ledak untuk mencapai target yang terpisah.

Pada awal tahun ini, dalam laporan Badan Intelijen Pertahanan AS, China telah mengembangkan kemampuan militer yang dapat menjangkau musuh potensial di seluruh dunia. Jika dibandingkan, menurut SIPRI, China memiliki sekitar 280 hulu ledak nuklir, 6.450 untuk Amerika Serikat dan 6.850 untuk Rusia.

Tegas, Erdogan Pastikan Turki Tidak Akan Nyatakan Gencatan Senjata Di Timur Laut Suriah

Sebelumnya

Gedung Putih: AS Tidak Akan Terlibat Dalam Operasi Turki di Suriah

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga