Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) secara resmi mengeluarkan instruksi kelaikudaraan (Airworthiness Directive) baru yang mewajibkan operator penerbangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada komponen pesawat.
Aturan ketat ini secara khusus menyasar keluarga pesawat komersial Boeing 737 Next Generation (737NG), menyusul adanya laporan terkait insiden osilasi nada (pitch oscillation) yang dialami oleh sejumlah maskapai.
Berdasarkan data regulator penerbangan, instruksi wajib ini berdampak langsung pada hampir 2.000 unit pesawat berbadan sedang atau sekitar 1.987 unit pesawat terdaftar di Amerika Serikat saja.
Model spesifik yang tercakup dalam aturan tersebut meliputi varian Boeing 737-600, 737-700, 737-700C, 737-800, 737-900, hingga versi 737-900ER. Sementara itu, lini pesawat Boeing 737 MAX dipastikan tidak tercakup dalam daftar mandat inspeksi kali ini.
Fokus utama dari pemeriksaan ini adalah mengukur kelonggaran atau keausan (freeplay) pada bagian engsel pivot penstabil horizontal serta mekanisme sekrup dongkrak (jackscrew) pesawat.
FAA memperingatkan bahwa jika keausan komponen ini dibiarkan tanpa penanganan memadai, kondisi tersebut berisiko memicu fenomena getaran liar ekstrem atau flutter.
Dampak terburuk dari fenomena flutter struktural tersebut jika tidak dicegah adalah potensi hilangnya kendali atas pesawat secara keseluruhan saat mengudara.
Dalam proses penyusunan aturan ini, sejumlah operator penerbangan sempat mengajukan permohonan penundaan atau perpanjangan batas waktu inspeksi awal, namun permintaan tersebut ditolak oleh pihak regulator.
Regulator menegaskan pentingnya kepatuhan jadwal demi memonitor tingkat keausan komponen secara berkala, terlepas dari apakah suku cadang tersebut masih original ataupun baru diganti.
Secara finansial, estimasi biaya operasional untuk pemeriksaan freeplay ini diperkirakan memakan waktu sekitar enam jam kerja per pesawat dengan total biaya jutaan dolar secara nasional demi menjamin aspek keselamatan penerbangan global.



KOMENTAR ANDA