Rangkaian acara Philippine Halal Industry Summit 2026 atau “Halal Horizons Philippines" yang diselenggarakan di New World Makati Hotel resmi memasuki hari keduanya pada 20 September 2026. Fokus utama dalam pertemuan hari kedua ini adalah penguatan ekosistem halal secara komprehensif melalui sektor keuangan syariah, pertanian, pemberdayaan UMKM, hingga pariwisata.
Agenda utama pagi hari diisi dengan pemaparan dari Prof. Murniati Mukhlisin yang membawakan presentasi bertajuk “Strengthening the Halal Ecosystem through Islamic Finance: Opportunities for Inclusive and Sustainable Growth in the Philippines”.
Dalam sesinya, ia menyoroti potensi ekonomi yang sangat signifikan dari sektor halal di Filipina, khususnya dengan mempertimbangkan konsentrasi masyarakat Muslim di Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM) serta berbagai pusat perkotaan penting lainnya.
Berdasarkan Philippine Halal Industry Development Strategic Plan 2024–2028, pemerintah setempat menargetkan investasi terkait sektor halal mencapai sekitar ₱230 miliar serta penciptaan 120.000 lapangan kerja baru dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Meskipun memiliki sumber daya pertanian, kelautan, dan alam yang melimpah, Filipina dinilai masih menghadapi kesenjangan dalam kapasitas produksi halal domestik dan masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan pasarnya.
Departemen Perdagangan dan Industri Filipina (Department of Trade and Industry / DTI) sebelumnya melaporkan angka impor produk halal sekitar USD 120 juta. Kondisi ini menunjukkan adanya peluang besar bagi negara tersebut untuk memperkuat produksi dalam negeri sekaligus mengembangkan rantai nilai halal secara mandiri.
Murniati, yang mewakili Center of Sharia Economic Development (CSED) INDEF, menegaskan pentingnya keselarasan antara produk dan sumber pembiayaannya agar integritas halal tetap terjaga seutuhnya.
"Integritas halal tidak akan lengkap jika makanan di atas piring itu halal, tetapi modal yang membiayainya dibangun di atas eksploitasi," ujar Murniati dalam pemaparannya.
Diskusi sektor ini kemudian dilanjutkan oleh Undersecretary for Mindanao Affairs Finance, Management, and Administration Office Department of Agrarian Reform, Amihilda J. Sangcopan, bersama Undersecretary for the Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao and Mindanao Concerns Department of Agriculture, Zamzamin L. Ampatuan.
Keduanya membahas secara mendalam berbagai peluang investasi strategis serta pengembangan sektor agrikultur halal di wilayah tersebut.
Melengkapi sesi tersebut, President/Chief Executive Officer Halal International Chamber of Commerce and Industries of the Philippines, Inc. (HICCIP), Alexander M. Sultan, turut menyoroti peran krusial yang diemban oleh badan-badan sertifikasi halal.
Sesi berikutnya bergeser pada upaya pemberdayaan tingkat akar rumput dan UMKM yang dipaparkan oleh CEO Arkat Lawanen Amielyn "Asliyah" M. Limbona, perwakilan Prime Asia Pacific Mary Jane Alvero, serta Chancellor for Education Center of Culinary Arts, Ma. Veritas F. Luna, RND, PhD, yang mengeksplorasi keunggulan kuliner serta kepatuhan syariah bagi para wirausaha.
Memasuki sesi siang, topik pembahasan beralih ke sektor pariwisata halal dengan menghadirkan Associate Advisor International Engagement Kazai Ideas, Saifol Bahli. Ia mengangkat isu pelayanan dengan menjabarkan perbedaan seputar standar perhotelan "Halal vs Muslim Friendly" (Halal vs Ramah Muslim). Pandangan tersebut diperkuat oleh Director Halal Concept, Operations and Business Development Fairmont Makati, Violet Maher, yang menekankan bahwa esensi pelayanan jauh melampaui sekadar makanan, melainkan tentang membangun kepercayaan tamu sejak awal kunjungan.
Sesi pariwisata ini juga diperkaya oleh kehadiran CEO Philippine Heritage Kitchen, Chef Regina "Reggie" M. Aspiras, yang mengupas tuntas potensi besar pariwisata kuliner. Sebagai puncak dari komitmen kerja sama yang erat antarlembaga, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Sekretaris NCMF dengan Pimpinan Sakinah Finance, serta antara NCMF dan Managing Partner Kazai Innovative Ideas Solution.
Rangkaian acara hari kedua Philippine Halal Industry Summit 2026 ditutup secara resmi dengan penganugerahan sertifikat akreditasi yang dipimpin oleh Komisaris NCMF, Dr. Abunnapis O. Abdulmajid, SCL. Langkah ini semakin mengukuhkan komitmen nyata Filipina dalam membangun ekosistem halal yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat regional maupun global.



KOMENTAR ANDA