Dokumen yang baru-baru ini ditemukan kembali di Jerman telah mengguncang sejarah dan memicu pertanyaan ulang selama 95 tahun terakhir mengenai kematian misterius Angela "Geli" Raubal, keponakan dari diktator Nazi Adolf Hitler.
Geli Raubal ditemukan tewas pada bulan September 1931 di dalam apartemen Hitler di Munich dengan luka tembak fatal di bagian dada. Senjata api yang digunakan dalam insiden tersebut diketahui merupakan pistol pribadi milik Hitler.
Selama hampir satu abad, catatan resmi kepolisian Munich dan narasi sejarah yang diterima umum menyatakan bahwa jasad Geli ditemukan pada pagi hari tanggal 19 September 1931 oleh pelayan pribadi Hitler, Georg Winter, setelah mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam.
Garis waktu historis tersebut sebelumnya berfungsi sebagai alibi kuat bagi Hitler, karena dokumen resmi menunjukkan bahwa ia telah meninggalkan Munich menuju Nuremberg pada sore hari tanggal 18 September, sehingga secara fisik ia seharusnya tidak berada di lokasi kejadian.
Namun, sejarawan Jerman Harald Sandner baru-baru ini menemukan entri baru dalam register kematian resmi kota Munich, serta dua pemberitahuan kematian di arsip, yang mencatat bahwa jasad Raubal sebenarnya ditemukan pada pukul 10:15 pagi tanggal 18 September 1931.
Jika dokumen arsip baru ini terbukti otentik, maka peristiwa kematian Geli Raubal bergeser sekitar 24 jam lebih awal dari yang diyakini sebelumnya, sekaligus menempatkan Adolf Hitler tetap berada di Munich ketika jasad keponakannya itu ditemukan.
Sejumlah temuan ini pertama kali dipublikasikan oleh majalah berita Jerman Der Spiegel dan akan dibahas lebih mendalam dalam buku terbaru Harald Sandner yang berjudul “The Death of Angela 'Geli' Raubal: Suicide or Foul Play?”.
Thomas Weber, seorang sejarawan Jerman dari University of Aberdeen yang telah meninjau salinan dokumen tersebut, menyatakan tidak ada alasan untuk meragukan keasliannya dan menilai bahwa penemuan ini meruntuhkan kronologi resmi yang diyakini selama ini.
Kendati demikian, para sejarawan menegaskan bahwa runtuhnya alibi tersebut belum serta-merta membuktikan bahwa Hitler membunuh keponakannya, mengingat Partai Nazi saat itu tengah berupaya mencari dukungan politik luas dan sangat berkepentingan menutupi skandal demi menjaga citra publik Hitler.
Hubungan antara Hitler dan Geli Raubal sendiri dikenal sangat dekat, posesif, dan sarat akan kontrol ketat, terlebih menjelang insiden tragis ketika keduanya dilaporkan berselisih paham mengenai keinginan Geli untuk pindah ke Vienna demi melanjutkan studi musik.



KOMENTAR ANDA