Aktris Korea Selatan, Ha Young, akhirnya angkat bicara melalui surat tulisan tangan yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 12 Agustus 2026. Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kontroversi mengenai latar belakang sejarah keluarganya yang baru-baru ini mencuat ke publik.
Kontroversi ini bermula setelah muncul laporan yang mengungkap bahwa kakek buyut Ha Young, Ahn Sang Ho, tercatat sebagai anggota dewan di sebuah organisasi pro-Jepang pada tahun 1916. Hal ini menjadi sensitif di Korea Selatan, terutama mengingat sejarah kelam masa pendudukan Jepang di negara tersebut.
Dalam suratnya seperti dikutip dari Soompi.com, Ha Young mengakui bahwa selama ini ia memiliki pemahaman yang minim mengenai sejarah kakek buyutnya. Ia mengaku hanya mengetahui informasi tersebut dari cerita-cerita keluarga secara turun-temurun dan sebelumnya sempat membanggakan silsilah keluarganya karena ketidaktahuannya.
"Saya sangat menyesal karena telah berbicara mengenai sejarah keluarga saya dengan enteng tanpa memahami dengan benar sejarah bangsa kita yang menyakitkan selama masa kolonial Jepang," tulis Ha Young dalam suratnya.
Selain itu, ia juga mengakui kesalahannya terkait pernyataan awal yang dikeluarkan oleh agensinya. Sebelumnya, agensi sempat merilis pernyataan yang menyebut laporan tersebut "tidak berdasar." Ha Young menjelaskan bahwa saat itu ia sendiri belum mengetahui fakta yang sebenarnya, sehingga terjadi kekeliruan dalam proses verifikasi informasi yang disampaikan kepada publik. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kebingungan dan luka yang ditimbulkan akibat pernyataan tersebut.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Ha Young berjanji akan mendalami sejarah bangsanya dan bersikap lebih berhati-hati di masa depan. Ia juga menegaskan komitmennya untuk menghormati para pejuang kemerdekaan yang telah berkorban demi kemerdekaan negara.
Isu mengenai keterlibatan anggota keluarga tokoh publik dalam aktivitas pro-Jepang (sering disebut sebagai chinilpa) merupakan topik yang sangat sensitif dan membawa stigma sosial yang besar di Korea Selatan. Mengingat insiden ini terjadi menjelang momen peringatan Hari Pembebasan Nasional (Gwangbokjeol), kemarahan publik cenderung lebih tinggi.
Kejadian ini juga berdampak pada proyek profesional sang aktris, di mana pihak produksi drama yang dibintanginya dilaporkan telah merilis pernyataan terkait situasi tersebut guna meredam dampak kontroversi terhadap proyek mereka.



KOMENTAR ANDA