Dunia penerbangan internasional dikejutkan oleh sebuah insiden tragis yang merenggut nyawa seorang awak kabin maskapai terkemuka asal Jerman, Lufthansa. Kru maskapai tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan kuat kecelakaan sengatan listrik (elektrokusi) saat menikmati waktu istirahat atau transit (layover) di sebuah hotel mewah di Bengaluru, India.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Jumat sore, 30 Oktober 2026, di fasilitas kolam renang luar ruangan yang terletak di lantai tiga Hotel Conrad Bengaluru. Korban diidentifikasi sebagai Alexander Maximilian Theiss, seorang warga negara Jerman berusia 57 tahun yang bertugas sebagai kru penerbangan Lufthansa.
Selain sang kru Lufthansa, insiden mematikan di dalam air tersebut juga menelan korban jiwa lain seorang warga negara Slovakia bernama Juraj Horvat, 45 tahun, yang bekerja sebagai manajer proyek di perusahaan teknologi global IBM. Berdasarkan keterangan awal pihak kepolisian setempat, kedua korban diduga kuat tersengat aliran listrik ketika berada di area kolam renang hotel.
Saksi mata di lokasi kejadian menuturkan bahwa kedua korban sempat meminta tolong dari dalam air setelah merasakan adanya aliran listrik bertegangan tinggi. Situasi panik pun langsung terjadi di sekitar area kolam renang ketika para tamu lain dan staf menyadari adanya marabahaya yang mengancam keselamatan para pengunjung.
Dua orang lainnya yang berada di lokasi kejadian dengan berani bergegas mencoba melakukan penyelamatan darurat. Namun, upaya heroik tersebut turut mendatangkan risiko berat, di mana kedua penolong sempat mengalami sengatan arus listrik sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri ke tempat yang aman.
Dua individu yang terluka dalam upaya penyelamatan tersebut masing-masing diidentifikasi sebagai Mathew Desantis, seorang warga negara Amerika Serikat yang menginap di hotel, dan Rahul Tiwari, seorang warga negara India yang bekerja sebagai petugas kolam renang. Keduanya segera dilarikan ke Rumah Sakit Manipal untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa kondisi kedua korban selamat tersebut kini sudah berangsur stabil dan dilaporkan berada di luar bahaya. Kendati demikian, nyawa Alexander Maximilian Theiss dan Juraj Horvat tidak berhasil diselamatkan meskipun tim medis telah berupaya memberikan pertolongan maksimal sesampainya di fasilitas kesehatan.
Pihak maskapai Lufthansa telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kematian salah satu anggota kru mereka dalam insiden di Bengaluru. Maskapai menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan, namun memilih untuk tidak membagikan rincian lebih lanjut guna menghormati privasi pihak keluarga.
Kepolisian Bengaluru bersama otoritas terkait langsung bergerak cepat dengan membuka penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti insiden kelam ini. Fokus penyidikan diarahkan pada pemeriksaan instalasi kelistrikan kolam renang, termasuk pencahayaan bawah air, sistem kabel, serta catatan perawatan fasilitas dari pihak manajemen hotel.
Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan dan pemeliharaan fasilitas properti bagi para awak maskapai yang menghabiskan sebagian besar waktu kerja mereka di luar negeri. Aspek keamanan hotel kini menjadi sorotan utama bagi berbagai maskapai internasional dalam menjamin keselamatan para pekerjanya selama menjalani penugasan singgah (layover).



KOMENTAR ANDA