Sesama anak bangsa saling menghina, merendahkan, dan menjatuhkan. Perbedaan kerap memicu konflik dan pertumpahan darah.
Oleh: Yusuf Blegur, Aktivis Tinggal di Jakarta
MEMANG anjir negara ...
Bagi pemerintah, bahaya terbesar bukan pada kemarahan rakyat. Bahaya terbesar adalah ketika rakyat berhenti berharap.
Oleh: Edy Mulyadi, Wartawan Senior
“SILAKAN Bingung. 1) Rak ...
ZT. Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri terkait bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 15 Februari 2026.
Pertemuan yang berlangsung pa ...
Ketika simbol sudah diberikan, sulit untuk berdiri terlalu jauh. Apalagi berseberangan. Simbol menciptakan rasa memiliki. Dan rasa memiliki sering kali melahirkan kompromi.
Oleh: Edy Mulyadi, War ...
Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
TERNYATA bukan hanya Srikandi dan Gatotkaca yang beda versi Mahabharata dengan versi pewayangan Jawa, tetapi Indrajit juga beda versi Ramayana den ...
Jika demokrasi direduksi menjadi sekadar nilai, kita cenderung melupakannya sebagai mekanisme.
Oleh: Radhar Tribaskoro, Anggota Komite Eksekutif KAMI, Ketua Komite Kajian Ilmiah Forum Tanah Air
...
Desa yang sejahtera dipandang lebih tahan terhadap infiltrasi ideologi radikal, separatisme, maupun konflik horizontal. Dengan kata lain, kesejahteraan dijadikan prasyarat keamanan.
Oleh: Safriad ...
ZT. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI–Polri di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 9 Februari 2026.
Untuk pertam ...
Masa depan Indonesia sebagai demokrasi digital yang berdaulat, makmur, dan berketahanan sangat bergantung pada keberadaan pers yang independen, profesional, dan berkelanjutan.
Oleh: Hendra Manuru ...
Militer yang profesional, kuat dan paham peranan sejatinya sebagai benteng tanah air justru lahir dari demokrasi, bukan dari kekuasaan politik pragmatis di lapangan.
Oleh: Didik J Rachbini, Rekt ...
By
Popular posts
1
Faisal: Masuk BoP, Indonesia Tidak Boleh Sekadar Bandwagoning