Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menunjukkan posisinya sebagai institusi yang paling dibanggakan dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Adidaya Institute terkait evaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, TNI menduduki peringkat pertama sebagai lembaga negara dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi.
Survei nasional ini dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 21 September 2026 yang mencakup seluruh wilayah di 38 provinsi di Indonesia. Dengan melibatkan total 1.240 responden yang representatif, pengumpulan data ini dirancang untuk menangkap suara dan aspirasi masyarakat secara komprehensif mengenai kinerja berbagai lembaga negara.
Berdasarkan hasil rekapitulasi data survei tersebut, sebanyak 81 persen responden menyatakan kepercayaan penuh terhadap kinerja TNI. Sementara itu, hanya sekitar 14 persen responden yang memberikan penilaian sebaliknya, menegaskan kuatnya legitimasi sosial dan apresiasi publik terhadap peran serta stabilitas yang dijaga oleh militer.
Menyusul di posisi kedua, lembaga kepresidenan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga memperoleh apresiasi yang signifikan dari masyarakat. Sebanyak 76 persen responden menyatakan kepercayaan mereka kepada lembaga kepresidenan, sedangkan 20 persen responden lainnya memberikan penilaian yang sebaliknya.
Posisi ketiga lembaga negara dengan tingkat kepercayaan publik tertinggi ditempati oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Berdasarkan temuan survei, sebanyak 74 persen responden menyatakan kepercayaan terhadap Bawaslu, sementara 18,5 persen responden lainnya menilai sebaliknya dalam hal kinerja pengawasan pemilu.
Selain memotret tingkat kepercayaan terhadap institusi secara kelembagaan, survei Adidaya Institute juga menggali persepsi publik terkait kinerja para pimpinan lembaga penegak hukum di Indonesia. Hasilnya menempatkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, di peringkat pertama dengan perolehan 32,8 persen suara responden yang menilai kinerjanya paling baik.
Peringkat kinerja pimpinan penegak hukum berikutnya disusul oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin yang mendapatkan penilaian baik sebesar 28,5 persen. Di posisi selanjutnya terdapat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dengan perolehan 23,3 persen, serta Ketua Mahkamah Agung Sunarto yang meraih 15,3 persen penilaian positif dari publik.
Secara keseluruhan, evaluasi terhadap jalannya pemerintahan menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto berada di angka 60,3 persen. Angka ini mencerminkan penerimaan publik yang cukup solid terhadap berbagai program dan kebijakan yang telah dijalankan selama dua tahun masa kepemimpinannya.
Dari sisi metodologi, populasi sasaran dalam survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang terdata di dalam Daftar Pemilihan Tetap (DPT) Pilpres 2024 berdasarkan basis data tempat pemungutan suara (TPS). Sebanyak 1.240 responden dipilih secara proporsional dan berimbang dengan memerhatikan tingkat kepadatan penduduk serta DPT di 38 provinsi di seluruh tanah air.
Pengambilan sampel dilakukan melalui penyebaran di 122 kota dan kabupaten dengan berbasis TPS secara by name dan by address. Menggunakan teknik probability sampling dengan metode systematic sampling, survei ini memiliki tingkat toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,78 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.



KOMENTAR ANDA