post image
Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-RRDK Teguh Santosa dan Dewi Soekarno dalam kunjungan ke Pyongyang, Oktober 2025.
KOMENTAR

Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia dan Republik Rakyat Demokratik Korea (RRD Korea) atau Korea Utara, Dr. Teguh Santosa, memastikan bahwa kabar mengenai kematian Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un adalah tidak benar alias hoaks.

Kepastian tersebut disampaikan setelah Teguh berinisiatif menghubungi berbagai pihak, baik di Jakarta maupun secara langsung ke Pyongyang, guna mengonfirmasi kebenaran informasi yang sempat menghebohkan publik tersebut.

"Seperti biasa, kabar seperti ini sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan instabilitas di RRD Korea. Tapi selalu gagal," ujar Teguh menegaskan.

Rumor mengenai wafatnya Kim Jong Un sebelumnya memang sempat beredar luas di berbagai platform media sosial. Isu miring tersebut dipicu oleh klaim yang disebarkan oleh Wanjun Xie, ketua China Democracy Party (CDP), yang menyebutkan bahwa sang pemimpin Korea Utara meninggal dunia akibat mengalami pendarahan otak parah.

Sebagaimana dilaporkan The Economic Times, Xie juga melontarkan berbagai spekulasi liar, mulai dari klaim intervensi medis dari China hingga isu perebutan kekuasaan dan pergantian kepemimpinan. Kendati demikian, berbagai klaim tak berdasar tersebut diketahui belum pernah dapat diverifikasi secara independen.

Berdasarkan pengamatannya serta merujuk pada pemberitaan kantor berita resmi pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA) yang diterbitkan pada Selasa (20/10/2026), Kim Jong Un justru tengah aktif menjalankan agenda kenegaraannya. Ia dilaporkan mengunjungi Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 pada Senin (19/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kim Jong Un yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh Korea sekaligus Presiden Komisi Urusan Negara Korea Utara tampak didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi partai dan pemerintah. Kehadirannya di muka publik sekaligus mematahkan narasi keliru yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pameran Pakaian dan Alas Kaki Nasional 2026 sendiri mengusung tema besar "Semangat Mengembangkan Produk Baru dan Meningkatkan Kualitasnya". Ajang ini menampilkan lebih dari 70.700 produk pakaian dari 30 kategori serta lebih dari 170.000 pasang alas kaki dari lebih dari 60 jenis yang diproduksi oleh lebih dari 270 unit usaha di berbagai daerah.

Selama berkeliling arena pameran, Kim Jong Un menunjukkan kepuasan atas kemajuan pesat yang dicapai oleh sektor industri ringan Korea Utara. Ia menilai pameran rutin yang diselenggarakan setiap bulan Oktober ini telah menjadi bagian integral dari dinamika kehidupan sosial serta budaya masyarakat setempat.

Selain itu, Kim Jong Un turut memberikan apresiasi khusus terhadap hasil produksi dari pabrik-pabrik tingkat kota dan kabupaten yang dibangun melalui kebijakan pembangunan regional Partai Buruh Korea. Menurutnya, produk-produk daerah tersebut kini telah mampu bersaing secara langsung dengan barang-barang produksi pabrik tingkat pusat.

Kabar kematian Kim Jong Un sendiri bukanlah yang pertama kalinya menerpa dunia internasional. Isu serupa dengan pola penyebaran yang hampir persis pernah pula beredar luas pada April 2020 silam, yang pada akhirnya terbukti hanya sekadar rumor belaka demi menciptakan disinformasi dan instabilitas politik global.


Menlu Arrmanatha: Sekjen PBB Puas dan Terkesan pada Sambutan Hangat Prabowo

Sebelumnya

Baru 2 Hari Jadi Menteri Madiha Khayr Dipecat, Raja Mohammed VI Setuju

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Dunia