post image
Menlu Venezuela Delcy Rodriguez ketika bertemu Menlu AS John Kerry di Republik Dominika, Juni 2016.
KOMENTAR

Delcy Rodriguez kelihatannya akan menjadi presiden wanita pertama di Republik Bolivarian Venezuela. Dia disebutkan akan dilantik untuk mengisi kekosongan kekuasaan setelah Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap atau diculik pasukan militer AS, Sabtu dinihari, 3 Januari 2026. 

Mantan Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Gladys Urbaneja, kepada Zona Terbang mengatakan saat ini Venezuela berada di bawah kontrol pihak militer sampai Delcy secara resmi dilantik hari ini juga.

Lahir 18 Mei 1969, wanita yang memiliki nama lengkap Delcy Eloina Rodriguez Gomez ini merupakan salah seorang politisi senior terpandang di Venezuela. Dia telah menduduki sejumlah posisi penting sejak era Hugo Chavez sampai Nicolas Maduro.

Delcy memulai karier politiknya pada tahun 2003 di kantor Wakil Presiden dan kemudian menjadi Direktur Urusan Internasional di Kementerian Energi dan Pertambangan. Pada tahun 2005, Delcy Rodriguez diangkat menjadi Wakil Menteri Urusan Eropa. 

Dari Februari hingga Agustus 2006, ia menjabat sebagai Menteri Urusan Kepresidenan selama pemerintahan Presiden Hugo Chavez. Pada tahun 2007, ia menjabat sebagai Koordinator Umum Wakil Presiden Venezuela, kedua peran tersebut dipegangnya saat saudara laki-lakinya menjabat sebagai Wakil Presiden Republik.

Di tahun 2013 Presiden Maduro menunjuk Delcy Rodriguez sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Setahun kemudian, dia ditugaskan menjadi Menteri Luar Negeri. 

Sebagai Menlu, Delcy pernah bertemu dengan Menlu AS John Kerry di sela Sidang Umum Organisasi Negara Amerika (OAS) di Republik Dominika, Juni 2016.

Dia tahun 2017 Delcy menjadi Presiden Majelis Konstituen Venezuela. Posisi ini didudukinya sampai pemilu 2018. 

Setelah memenagkan pemilihan presiden pada 2018, Maduro mempercayakan posisi Wakil Presiden kepada Delcy. Selain itu sejak 2024 Delcy juga dipercaya Maduro menduduki kursi Menteri Perminyakan.

Dalam karier profesionalnya, Delcy juga merupakan profesor di Universitas Pusat Venezuela dan presiden serikat pekerja di Asosiasi Pengacara Buruh Venezuela.

Setelah Maduro ditangkap, yang menurut Delcy diculik, pertanyaan berikutnya adalah mampukah Delcy menjalankan roda pemerintahan Venezuela di era yang tidak menentu ini. 

Di jalanan, masyarakat Venezuela kembali memperlihatkan keterbelahan. Banyak yang mengecam penangkapan itu. Namun, tidak sedikit juga yang menilai sudah sepantasnya Maduro turun dari panggung politik Venezuela.


Dubes Venezuela: 40 Tentara dan Masyarakat Sipil Tewas dalam Serangan AS

Sebelumnya

GREAT Institute: Seluruh Pemimpin Dunia Harus Kecam Aksi Koboi Trump

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Politics