post image
Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, (kedua dari kanan) bertemu Presiden Prabowo Subianto, Jumat, 2 Januari 2026./Foto: Facebook
KOMENTAR

Dasco mungkin tahu akan komitmen presiden namun Prabowo mesti dibantu dengan informasi yang tepat dan susuai aspirasi daerah bencana. Dan, lewat fungsi pengawasan yang dimiliki DPR maka Dasko pun punya peluang untuk membantu daerah bencana, terkhusus Aceh.


Oleh: Risman Rachman, wartawan cum aktivis Aceh 

 

MENCERMATI kunjungan Presiden Prabowo di Aceh Tamiang di awal tahu 2026 saya menangkap beberapa perubahan yang saya duga ada kaitannya dengan gebrakan Sufmi Dasco yang menghadirkan Satgas DPR Pemulihan Paskabencana.

Betapa tidak, Prabowo tidak hanya kembali meminta maaf karena belum bisa bekunjung ke semua titik terdampak bencana di Sumatera.

Tidak hanya itu, Prabowo yang awalnya terbaca menutup dari dukungan asing di kunjungan kemarin di Aceh Tamiang juga langsung menyatakan membuka diri terhadap bantuan asing. Ini perubahan yang jelas mendapat dukungan luas publik Aceh.

Saya kira sikap Prabowo yang terbaca makin pro kemanusiaan itu pasti karena sudah mendapatkan masukan dari orang yang tepat, bukan informasi seperti di masa awal yang menyebut bencana Sumatera tidak semencekam di media sosial.

Di Aceh Tamiang Prabowo juga menegaskan kenaikan anggaran yang tadinya 51 triliun menjadi 60 triliun sebagai bentuk kesiapan Pusat dalam memulihkan bencana Sumatera, termasuk Aceh. Ini hal yang juga sangat penting mengingat tingkat kerusakan yang luas.

Tidak hanya soal bantuan asing, Presiden juga menunjukkan ketegasannya dalam menggerakkan mesin birokrasi. Beliau memerintahkan para menterinya untuk terus "turun gunung".

“Pejabat datang bukan untuk sekadar melihat, tapi untuk mengambil keputusan cepat di lapangan. Kita datang untuk tahu masalah dan langsung eksekusi," ujar Prabowo di hadapan 10 menteri dan 15 Dirut BUMN yang mendampinginya.

Presiden juga menekankan agar Danantara segera mungkin mencapai target pembangunan 15.000 Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) lewat skema Danantara harus tuntas dalam waktu tiga bulan.

Perubahan Prabowo yang lebih baik ini dugaan saya ikut dipengaruhi oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang menghadirkan Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera dan berkantor di Aceh.

Dasco mungkin tahu akan komitmen presiden namun Prabowo mesti dibantu dengan informasi yang tepat dan susuai aspirasi daerah bencana. Dan, lewat fungsi pengawasan yang dimiliki DPR maka Dasko pun punya peluang untuk membantu daerah bencana, terkhusus Aceh.

Langkah Dasco ini memang bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan upaya mendekatkan fungsi pengawasan anggaran langsung ke titik nol bencana.

Terbukti, melalui Rapat Satgas DPR sejumlah menteri dan pihak lain “dipaksa” untuk mendengar pandangan dan masukan dari Aceh. Gubernur Aceh dan sejumlah bupati punya kesempatan langsung untuk melaporkan dan meminta apa yang perlu didukung oleh Pusat.

Dan, Dasco cukup jeli. Orang dekat Prabowo ini langsung “mengikat” eksekutif Pusat untuk menempatkan PIC (Person in Charge) di Aceh agar koordinasi tidak perlu menunggu surat menyurat ke Jakarta.

Dasco juga “memaksa” adanya usulan tambahan dana bagi Aceh sebesar Rp1,63 triliun melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mengembalikan kapasitas keuangan daerah yang terkuras akibat bencana.

Melalui rapat Kementerian Sosial kembali memaparkan apa yang sudah dan akan dilakukan sehingga Pemerintah Aceh dan Kabupaten-Kota dapat menjemput bola atas komitmen-komitmen yang sudah disampaikan. Dengan begitu, Dasko melalui Satgas sukses mengikat Pusat untuk membantu Aceh.

Beberapa contoh itu, terbaca Dasco secara diam-diam bisa dibilang cukup sukses mewujudkan kehendak rakyat agar negara hadir makin utuh di daerah bencana.

Dan, ketika eksekutif (Presiden dan para Menteri) bekerja cepat melakukan pembangunan fisik, legislatif (Satgas DPR) hadir untuk memastikan setiap rupiah anggaran sampai ke tangan yang berhak maka langkah pemulihan Aceh kini bukan lagi sekadar wacana di meja rapat, melainkan kerja nyata yang diawasi langsung dari jantung Serambi Mekkah. Dan, publik pun bisa ikut mengawasinya.

Kita tentu berharap makin banyak langkah-langkah yang lebih keren lagi untuk memulihkan Aceh. Semoga!

 


Malam Tahun Baru, Emirates A380 Berputar Dua Jam di Atas London dan RTB

Sebelumnya

Airbus Vs. Boeing, Siapa Paling Cuan di Tahun 2025

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel AviaNews