Walau memiliki hubungan erat dan dekat dengan Presiden AS Donald Trump, namun Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim tak sungkan mengecam keputusan Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Maduro dan Flores ditangkap di Istana Miraflores dalam sebuah operasi yang berlangsung singat Sabtu dini hari, 3 Januari 2026.
Melalui akun Instagram miliknya, Anwar Ibrahim mengatakan operasi militer menangkap Maduro luar biasa dan tidak biasa, serta melanggar hukum internasional.
“Saya telah mengikuti perkembangan di Venezuela dengan keprihatinan yang mendalam. Pemimpin Venezuela dan istrinya ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat yang luar biasa luas dan bersifat tidak biasa. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara berdaulat,” tulis Anwar.
Anwar meminta agar Maduro dan istrinya harus dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya.
“Apa pun alasannya, penggulingan paksa kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui tindakan eksternal menciptakan preseden yang berbahaya. Hal itu mengikis batasan mendasar terhadap penggunaan kekuasaan antar negara dan melemahkan kerangka hukum yang mendasari tatanan internasional,” tulis dia lagi.
Anwar menegasakan, adalah rakyat Venezuela untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri. Seperti yang telah ditunjukkan oleh sejarah, sambungnya, perubahan kepemimpinan yang tiba-tiba yang disebabkan oleh kekuatan eksternal akan membawa lebih banyak kerugian daripada manfaat, terlebih lagi di negara yang sudah bergulat dengan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan dan ketegangan sosial yang mendalam.
“Malaysia menganggap penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan sebagai hal yang terpenting untuk hubungan damai antar negara. Keterlibatan konstruktif, dialog, dan de-eskalasi tetap menjadi jalan paling kredibel menuju hasil yang melindungi warga sipil dan memungkinkan warga Venezuela untuk mengejar aspirasi sah mereka tanpa membahayakan lebih lanjut,” demikian Anwar Ibrahim.


KOMENTAR ANDA