Sebuah penerbangan komersial maskapai Volaris berujung duka mendalam setelah seorang penumpang wanita berusia 28 tahun ditemukan tidak bernyawa di tempat duduknya. Peristiwa nahas tersebut baru disadari oleh para penumpang lain dan awak kabin sesaat setelah pesawat mendarat di tujuan akhir.
Penerbangan yang dimaksud adalah Penerbangan 3358 yang dioperasikan menggunakan armada Airbus A320neo. Pesawat tersebut bertolak dari kota perbatasan utara Tijuana menuju Bandara Internasional Tapachula di negara bagian Chiapas, Meksiko selatan.
Berdasarkan laporan penyelidikan awal, korban diidentifikasi bernama Abidaí López Solís yang tengah melakukan perjalanan untuk pulang kampung mengunjungi keluarganya. Ia dilaporkan baru saja menghabiskan waktu bekerja di wilayah utara sebelum memutuskan kembali ke tanah kelahirannya di Chiapas.
Rute penerbangan domestik yang membentang sekitar 3.170 kilometer tersebut memakan durasi perjalanan kurang lebih empat jam di udara. Sepanjang penerbangan malam hingga dini hari itu, perjalanan dilaporkan berlangsung mulus tanpa adanya turbulensi hebat ataupun laporan insiden darurat dari awak kabin.
Situasi di dalam kabin pesawat terpantau normal ketika pesawat mendarat sedikit lebih cepat dari jadwal semula. Penumpang di sekitar korban berasumsi bahwa Abidaí tertidur pulas dengan posisi duduk bersandar, mengingat lamanya waktu penerbangan membuat banyak pelancong memilih beristirahat mengenakan masker mata atau penutup kepala.
Kenyataan mengerikan baru terungkap saat proses pendaratan selesai dan para penumpang mulai beranjak meninggalkan kursi masing-masing. Korban tetap tidak bergerak dan gagal merespons ketika tiba gilirannya untuk turun, sehingga memicu kecurigaan dari para penumpang di barisan kursi yang sama.
Melihat kondisi korban yang tetap tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, penumpang terdekat segera melaporkannya kepada awak kabin untuk meminta pertolongan darurat. Petugas bandara dan tim medis lapangan yang dikerahkan ke lokasi segera naik ke pesawat guna melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital.
Tim medis darurat yang melakukan pemeriksaan di tempat akhirnya secara resmi menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia di dalam kabin. Jenazah korban kemudian dievakuasi secara hati-hati dari dalam pesawat dengan ditutupi kain putih untuk dibawa ke layanan medis forensik setempat.
Pihak berwenang dan kantor kejaksaan langsung bergerak menggelar proses investigasi lanjutan serta melaksanakan prosedur autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa perempuan muda tersebut mengalami henti kardiorespirasi atau serangan jantung mendadak tanpa adanya indikasi tindak kekerasan atau kejahatan.



KOMENTAR ANDA