post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Maskapai penerbangan baru asal Arab Saudi, Riyadh Air, dikabarkan telah memindahkan sejumlah armada Boeing 787 Dreamliner milik mereka keluar dari pangkalan utamanya di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.

Langkah evakuasi darurat ini terpaksa dilakukan menyusul ancaman keamanan yang terus berlanjut di tengah situasi konflik regional.

Berdasarkan laporan pemantauan penerbangan, tiga unit pesawat berbadan lebar jenis Boeing 787-9 Dreamliners berhasil lepas landas dari bandara tersebut dalam rentang waktu yang sangat singkat, yakni hanya 25 menit.

Ketiga pesawat itu terbang berurutan pada Selasa sore waktu setempat dengan mengoperasikan nomor penerbangan khusus bernomor kode RX8001, RX8002, dan RX8004.

Aksi pelarian udara yang cepat ini dilakukan demi menghindari potensi risiko serangan rudal menyusul penutupan sementara fasilitas bandara.

Sejumlah sumber penerbangan juga melaporkan bahwa armada Dreamliner tersebut terbang keluar meninggalkan wilayah udara Riyadh di bawah kawalan ketat jet tempur.

Meskipun demikian, baik pihak maskapai Riyadh Air maupun Angkatan Udara Kerajaan Saudi belum memberikan konfirmasi resmi terkait laporan pengawalan militer tersebut.

Beberapa pesawat yang berhasil dievakuasi tercatat mengamankan diri ke bandara alternatif di wilayah utara Arab Saudi, seperti AlUla dan Madinah.

Sementara itu, sebagian armada lainnya dilaporkan telah berada di luar kota Riyadh, termasuk di Jeddah, jauh sebelum penutupan bandara diberlakukan.

Insiden evakuasi mendadak ini menjadi tantangan berat bagi maskapai yang baru saja merintis operasional komersialnya, sekaligus menguji ketahanan industri penerbangan di tengah situasi geopolitik yang memanas.


FAA Perintahkan Penggantian Komponen Penting Mesin A380

Sebelumnya

Dari Abad Asia ke Kedaulatan Udara, 56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews