post image
Ketua Umum JMSI Teguh Santosa bersama robot lokal Nanjin, Human1.
KOMENTAR

Robot produksi perusahaan lokal Jiangsu Zhuijing Intelligent Technology Co., Ltd. ikut dipamerkan di arena Belt and Road Journalist Forum (BRJF) 2026 yang dihelat di International Youth Conference Center di Nanjing, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, Sabtu, 17 Oktober 2026. 

Kehadiran robot yang diberi nama Zhu Jing ini mendapat perhatian lebih dari 200 peserta forum dari hampir 100 negara. Salah satu robot Zhu Jing yang dipamerka memperlihatkan kemampuan artistiknya, menulis kaligrafi “fu” yang berarti “kabahagiaan”.

Secara umum, robot yang diproduksi oleh JZIT ini dirancang dengan fleksibilitas tinggi agar mampu bekerja secara optimal di berbagai sektor. Mulai dari lingkungan perkantoran modern, area supermarket, industri katering, hingga membantu berbagai pekerjaan rumah tangga yang kompleks, robot-robot ini siap diandalkan.

Salah satu lini produk andalan yang diperkenalkan dalam ajang ini adalah robot humanoid Zhu Jing H1, yang berarti Human1. Penamaan ini memiliki filosofi mendalam, yaitu melambangkan bahwa robot tersebut berasal dari manusia dan diciptakan khusus untuk melayani kebutuhan manusia.

Pihak pengembang JZIT menyampaikan harapan besar melalui peluncuran H1 ini, di mana robot humanoid tersebut diharapkan dapat bertindak sebagai mitra dekat bagi manusia. Kehadirannya dirancang tidak hanya untuk menciptakan nilai praktis dalam pekerjaan, tetapi juga untuk menyampaikan kehangatan dalam interaksi sosial sehari-hari.

Produk unggulan andalan dari lini H1 ini memiliki nama sapaan “Xiao Zhu”. Robot ini mengadopsi desain bodi yang ringan, serta dilengkapi dengan sistem persepsi lingkungan yang sudah matang dipadukan dengan teknologi interaksi cerdas yang mumpuni.

Sejak pertama kali dirilis ke publik, “Xiao Zhu” tercatat telah beberapa kali tampil di berbagai acara bergengsi. Di antaranya adalah bertindak sebagai narator umum dalam sesi demonstrasi, serta melakukan kunjungan khusus kepada kaligrafer Efile di Nanjing untuk menunjukkan kemampuan adaptifnya.

Tidak berhenti sampai di situ, “Xiao Zhu” juga pernah menemani program televisi populer Jiangsu TV bertajuk “Exploration Saying Illustration”. Rekam jejak tersebut semakin dikukuhkan dengan pencapaian membanggakannya sebagai robot humanoid 6G pertama di dunia.

Sebagai bentuk evolusi dan inovasi berkelanjutan, JZIT juga memperkenalkan produk iterasi terbaru dari “Xiao Zhu”, yaitu robot humanoid Zhu Jing H1 Mini atau dikenal dengan nama Inggris Human1 Mini. Dibandingkan dengan pendahulunya, produk baru ini dirancang agar jauh lebih ringan, lebih fleksibel, lebih mudah diterapkan di berbagai tempat, serta memiliki efisiensi biaya yang lebih rendah.

Robot humanoid H1 Mini “Xiao Zhu” ini hadir dengan bodi yang lebih kompak serta sistem kontrol sentuh yang sangat fleksibel. Keunggulan fisik dan fungsional ini memungkinkan robot untuk disesuaikan secara mudah dengan berbagai skenario penggunaan yang beragam.

Skenario penerapan H1 Mini mencakup layanan komersial, pembacaan dokumen, sektor perawatan medis dan kesehatan, hingga kebutuhan pengajaran di lingkungan kampus. Kehadiran lini ini diharapkan mampu membuat teknologi kecerdasan buatan tertanam secara mendalam ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari maupun bidang layanan publik.

Selain lini H1 dan H1 Mini, pameran BRJF 2026 juga diramaikan dengan kehadiran robot humanoid Zhu Jing S1 yang mengusung nama Inggris Sense1. Penamaan ini didasarkan pada filosofi bahwa dalam dunia robotika, persepsi merupakan prasyarat utama untuk mencapai pengalaman yang imersif bagi pengguna.

Persepsi juga dipandang sebagai tautan kunci yang sangat vital bagi robot untuk dapat memperoleh informasi lingkungan secara akurat, belajar dan beradaptasi secara proaktif, serta mewujudkan proses pengambilan keputusan yang mandiri.

Robot “Xiu Cun” ini merupakan robot humanoid multi-ukuran tingkat profesional yang dirancang khusus untuk kolaborasi presisi tinggi, operasi jarak jauh, serta pengerjaan di pemandangan nyata.

 


China yang Pertama dalam Program Jet Tempur Gen 6.0, Tapi Kini Dilampaui AS dan Eropa

Sebelumnya

Ini Sejarah Pesawat Mata-mata Lockheed CL-400 Suntan

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Tech