post image
RMAF ketika mencegah jet militer China, Ilyusin II-76/RMAF
KOMENTAR

Angkatan udara Malaysia atau Royal Malaysian Air Force (RMAF) melaporkan telah mengidentifikasi 16 pesawat milik Tentara Pembebasan Rakyat China di wilayah udaranya. Hal itu dianggap telah mengancam kedaulatan Malaysia.

Menurut RMAF, belasan jet militer China melakukan penerbangan mencurigakan di Flight Information Region (FIR) Kota Kinabalu dan mendekati wilayah udara Malaysia pada Senin (31/5).

Jet China itu melakukan formasi taktis in-trail 60 mil dari satu sama lain. Mereka diidentifikasi oleh radar pertahanan RMAF di Serawak pada 11.53 pagi waktu setempat.

“Pesawat terbang dalam formasi itu menggunakan titik masuk dan keluar yang sama. Pesawat kemudian berganti (arah), menuju ruang udara Beting Patinggi Ali yang penting bagi negara," ujar RMAF pada Selasa (1/6).

RMAF mengatakan, jet-jet China itu kemudian terbang melalui FIR Singapura, lalu memasuki wilayah udara zona maritim Malaysia, dan memasuki FIR Kota Kinabalu, berada 60 mil dari Pantai Serawat.

Sebagai tanggapan, RMAF kemudian mengerahkan jet Hawk 208 dari skuadron No. 6.

Pasukan RMAF memberikan peringatan kepada militer China dan memerintahkannya untuk menghubungi pengawas di FIR Kota Kinabalu. Namun perintah tersebut tidak diindahkan oleh militer China dan justru menuju wilayah udara nasional.

"Angkatan Udara Malaysia bergegas mencegat jet pada pukul 13.33 (waktu setempat) untuk melakukan identifikasi visual," lanjut RMAF.

Hasil identifikasi menunjukkan pesawat tersebut merupakan Ilyushin Il-76 dan Xian Y-20. Jenis ini merupakan pesawat angkut yang strategis dan mampu melakukan berbagai misi.

"Kejadian ini merupakan masalah serius yang mengancam kedaulatan negara dan keselamatan penerbangan, mengingat padatnya lalu lintas udara pada rute-rute penerbangan di FIR Kota Kinabalu," jelas RMAF.

Sementara itu, Kedutaan Besar China di Malaysia pada Selasa mengatakan pesawat-pesawat tersebut sedang melakukan latihan penerbangan rutin dan tidak menargetkan negara mana pun.

"Pesawat militer China menikmati kebebasan terbang di wilayah udara yang relevan. Selama pelatihan ini, pesawat militer China secara ketat mematuhi hukum internasional yang relevan dan tidak memasuki wilayah udara teritorial negara lain mana pun," ujar kedutaan.

Kendati begitu, Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan pihaknya akan mengirimkan nota protes dan memanggil Dutabesar China untuk dimintai penjelasan.

"Sikap Malaysia jelas, memiliki hubungan diplomatik yang bersahabat dengan negara mana pun tidak berarti bahwa kami akan berkompromi dengan keamanan nasional kami," kata Hishammuddin.

Gantungnya Pembelian Sukhoi Bukti Tidak Konsistennya Kebijakan AS Yang Membebani Indonesia

Sebelumnya

Mesir Beli 30 Jet Tempur Rafale Dari Prancis Bernilai Miliaran Euro

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga