post image
Chief Executive Officer USANITA, Datuk Adzliana Hasan, dan Konsul Jenderal Malaysia di Istanbul, Ahmad Amiri Abu Bakar.
KOMENTAR

Organisasi pemberdayaan ekosistem wirausaha dari Malaysia, USANITA Sdn. Bhd., menggelar Bridge to Brilliance (BtB) 5.0 di Türkiye untuk memperluas jalur kerja sama bisnis dan akses pasar global bagi Halal Modest Fashion (HMF), sekaligus memperkuat sinergi lintas negara yang telah dibangun bersama mitra di Indonesia.
 
BtB merupakan platform pengembangan dan jejaring internasional USANITA yang berkembang bertahap melalui Malaysia (BtB 1.0), Indonesia (BtB 2.0), United Kingdom (BtB 3.0), New Zealand/Australasia (BtB 4.0), dan kini Türkiye (BtB 5.0), dengan fokus menghubungkan merek, pelaku usaha, mitra strategis, serta saluran pasar untuk ekspansi internasional.

Dalam keterangan yang diterima redaksi USANITA menegaskan Indonesia merupakan mitra utama dalam pengembangan HMF karena Indonesia memiliki ekosistem modest fashion yang kuat, jaringan pelaku industri yang luas, serta pengaruh budaya dan digital yang besar di kawasan, sehingga kolaborasi Indonesia–Malaysia dapat mempercepat perluasan HMF di tingkat regional maupun global.
 
Inisiatif BtB 5.0 juga memanfaatkan momentum hubungan Malaysia–Türkiye yang semakin diperkuat, termasuk target baru perdagangan bilateral US$10 miliar, sehingga terbuka peluang kemitraan rantai pasok dan akses pasar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Indonesia dan Malaysia melalui jejaring yang telah dibangun dalam BtB.
 
Secara global, tren modest fashion semakin dipacu oleh permintaan konsumen yang menekankan kehalalan bahan, keterlacakan rantai pasok, serta praktik kerja yang etis, sehingga HMF diposisikan sebagai sektor bernilai tinggi berbasis kepercayaan.
 
Proyeksi industri menunjukkan belanja konsumen Muslim untuk kategori pakaian dan alas kaki mencapai US$327 miliar pada 2023 dan diperkirakan meningkat menjadi US$433 miliar pada 2028, yang memperlihatkan besarnya peluang pasar untuk HMF melalui strategi ekspor dan kolaborasi lintas negara.
 
Datuk Adzliana Hasan, Chief Executive Officer USANITA, menyampaikan bahwa Türkiye dipilih sebagai lokasi BtB 5.0 karena kekuatan ekonomi, reputasi industri fesyen, pengaruh budaya, serta posisinya yang menghubungkan Eropa dan Timur Tengah, yang dapat mendukung perluasan jaringan HMF dari Asia Tenggara ke pasar yang lebih luas.
 
“BtB 5.0 di Türkiye bukan sekadar kunjungan bisnis, melainkan platform strategis yang menghubungkan diplomasi ekonomi, penguatan merek, dan industri kreatif, sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih kuat bagi mitra kami di Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.
 
Sementara itu, Konsul Jenderal Malaysia di Istanbul, Ahmad Amiri Abu Bakar, mengatakan para pengusaha Malaysia seharusnya memanfaatkan peluang untuk mengeksplorasi potensi bisnis di Istanbul, khususnya di sektor fesyen, akomodasi, serta penyediaan makanan Malaysia.
 
“Kami menyambut baik inisiatif USANITA untuk mengeksplorasi peluang bisnis di Istanbul dan kami yakin program ini dapat diwujudkan karena hubungan baik para pemimpin kedua negara serta persepsi positif masyarakat Türkiye terhadap Malaysia,” katanya.
 
Pada 2024, Türkiye merupakan mitra dagang ketiga terbesar Malaysia di Asia Barat dengan total perdagangan sebesar RM24,15 miliar (sekitar US$5,28 miliar), serta menjadi tujuan ekspor terbesar dan sumber impor keempat terbesar Malaysia di kawasan Asia Barat.
 
Amiri menambahkan bahwa Türkiye memiliki potensi besar bagi para pengusaha Malaysia, sejalan dengan keyakinan Perdana Menteri Malaysia bahwa target baru perdagangan bilateral Malaysia–Türkiye sebesar US$10 miliar dapat dicapai dalam beberapa tahun ke depan.
 
USANITA juga menyampaikan bahwa label fesyen internalnya, Amber, akan bekerja sama dengan mitra strategis di berbagai pasar Muslim, termasuk Indonesia dan Türkiye, untuk menjalankan proyek kolaborasi, penguatan merek, serta program perluasan pasar di bawah kerangka BtB.
 
Selain fesyen, USANITA melihat BtB sebagai jalur kerja sama untuk memperluas peluang dalam ekosistem halal yang lebih luas, termasuk makanan dan produk halal, sejalan dengan aspirasi Malaysia memperkuat posisinya sebagai hab halal global dan membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan dengan mitra di Indonesia.
 
Sebagai bagian dari aktivasi BtB 5.0, USANITA juga mendukung promosi Visit Malaysia 2026, melalui kegiatan kreatif dan produksi konten di Istanbul yang melibatkan delegasi lebih dari 40 orang, termasuk selebritas Malaysia dan kru produksi drama, untuk memperluas jangkauan promosi melalui pendekatan budaya dan industri kreatif.


Amerika Bergolak dan Penuh Demonstran, Matinya Seorang Penyair Wanita, Dituduh Sebagai Teroris Domestik

Sebelumnya

Aloka dan Kerukunan Umat Beragama

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Budaya