post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan

FILM Steven Spielberg BIRDGE OF SPIES (Jembatan Mata-Mata) mengabadikan Nama James Donovan sebagai pahlawan diplomasi Perang Dingin Sebelum ada istilah “backchannel”sudah ada James Donovan. Pengacara asuransi dari Brooklyn yang dua kali menyelamatkan Amerika tanpa menembak satu peluru pun.

1. Berlin Timur: Jembatan Glienicke, 10 Februari 1962

1957, FBI menangkap Rudolf Abel, kolonel KGB paling rapi di New York. Tidak ada yang mau membelanya. Donovan mau. Ia bukan simpatisan komunis, ia veteran OSS. Ia membela Abel sampai ke Mahkamah Agung dan kalah, Abel divonis 30 tahun. Tapi Donovan menyelamatkan Abel dari kursi listrik dengan satu argumen: suatu hari kita butuh dia untuk ditukar.

Hari itu datang 1 Mei 1960. U-2 milik CIA yang dipiloti Francis Gary Powers ditembak jatuh di atas Sverdlovsk, USSR. Pilotnya hidup, ditangkap, diarak di TV Soviet. Kennedy butuh Powers pulang. Khrushchev butuh Abel pulang. Tidak ada hubungan diplomatik untuk bicara.

Donovan dikirim sebagai warga sipil. Tidak punya kekebalan diplomatik, kalau ditangkap, Amerika bisa cuci tangan. Selama 6 bulan ia mondar-mandir antara Berlin Barat dan Berlin Timur, menemui Wolfgang Vogel, pengacara bayangan Jerman Timur.

Soviet mau 1:1, Powers untuk Abel. Donovan menolak. Ia tahu di Berlin Timur ada satu tahanan lagi: Frederic Pryor, mahasiswa Yale yang ditahan Stasi karena dicurigai mata-mata.

Ia memainkan dua kaki. Kepada Soviet ia bilang: Jerman Timur menahan orang Amerika tanpa alasan. Kepada Jerman Timur ia bilang: kalau Pryor tidak bebas, kesepakatan batal dan Soviet marah.

10 Februari 1962 jam 08:00 pagi, di Jembatan Glienicke yang berkabut. Di sisi barat, Abel berjalan. Di sisi timur, Powers berjalan. Di tengah jembatan, mereka bersilang. Satu jam kemudian, di Checkpoint Charlie, Pryor diserahkan.

Satu pengacara sipil melakukan apa yang tidak bisa dilakukan seluruh Departemen Luar Negeri: menukar 2 orang Amerika dengan 1 orang Soviet, tanpa memberi konsesi politik.

2. Kuba: 9.000 Tahanan Teluk Babi.

Sukses Berlin membuat Robert Kennedy memanggilnya lagi. Desember 1962, 8 bulan setelah krisis rudal, masih ada 1.113 tawanan Brigade 2506 yang gagal dalam invasi Teluk Babi, ditahan di penjara Havana. Keluarga mereka di Miami putus asa.

Fidel Castro minta 62 juta dolar obat-obatan dan makanan bayi. Kongres menolak: Amerika tidak membayar tebusan ke komunis. Titik.

Donovan dikirim lagi, sebagai pengacara keluarga, bukan sebagai utusan resmi. Ia bertemu Castro, dan ini yang membedakan Donovan dengan diplomat karier : ia ikhlas mendengarkan.

Selama 3 hari ia berdebat dengan Castro di Havana. Ia tidak berdebat ideologi. Ia berdebat tentang anak Castro, tentang hukum. Castro akhirnya setuju: 53 juta dolar dalam bentuk makanan dan obat, bukan uang tunai, dikirim lewat Palang Merah.

Donovan pulang dengan 1.113 orang. Lalu ia kembali lagi, tanpa dibayar, untuk 9.000 lebih tahanan politik Kuba lainnya. Castro memberinya izin bebas keluar masuk Kuba. Senator berkata Donovan terlalu lunak. Donovan menjawab: "Anda tidak bernegosiasi dengan musuh karena Anda menyukainya. Anda bernegosiasi karena musuh Anda punya sesuatu yang Anda butuhkan."

Donovan wafat 1970, usia 53, serangan jantung. Tidak ada patungnya di Washington. Tapi setiap pertukaran tahanan modern, dari Skripal hingga Brittney Griner, memakai cetak biru yang ia tulis di Berlin Timur dan Kuba: gunakan warga sipil, jangan buat musuh kehilangan muka, dan selalu bawa satu tahanan ekstra untuk ditukar.


Karhutla Menutup Sekolah di Malaysia

Sebelumnya

Utilitarianisme Mitologi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana