Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
CETERIS paribus secara harfiah artinya "dengan asumsi hal lain tidak berubah" padahal pada kenyataan satu-satunya yan ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
PADA mulanya saya menonton Toy Story dengan niat sederhana yaitu mencari hiburan. Titik. Tidak lebih dan tidak kurang. Saya sama seka ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
DI epos Ramayana, semua orang kenal Rama, Shita, Laksmana, Hanuman, Rahwana, Kumbakarna, Wibisana dan Sarpakanaka. Tapi jarang yang k ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
NEGERI kita sedang gaduh. Bukan karena beras. Bukan karena listrik. Gaduhnya karena pagar. Ya, pagar. Benda yang tingginya 2 meter da ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
BAYANGKAN ada orang hidup di dalam tong. Bukan karena tidak mampu sewa kontrakan, tapi karena prinsip. Itulah Diogenes.
Dia filsuf ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
TATKALA saya berkunjung ke Mumbai kebetulan kota perdagangan itu sedang hiruk-pikuk dan macet total akibat masyarakat Mumbai dan para ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SETIAP tahun, 3 bahasa daerah di Indonesia mati maka berhenti dituturkan. Tidak ada berita. Tidak ada bendera setengah tiang. Hanya a ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
MUSIK tidak punya akta kelahiran. Ia lahir bersamaan dengan manusia pertama kali menarik napas dan menghembuskannya menjadi suara. Ta ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
RAMAYANA memiliki aneka ragam versi saling beda di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Ramayana versi India/Walmiki, dan Sri Lanka memili ...
Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusiaan
SEMUA bermula ketika manusia pertama kali menatap batu dan bertanya: "Ini batu atau pesan?". Sejak saat itu, peradaban resm ...
By
Popular posts
1
7 Calon KSAD Mulai Digadang-gadang, Siapa Kuda Hitam