post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

  Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) baru-baru ini mengeluarkan instruksi mendesak yang mewajibkan penghapusan dan penggantian komponen penting pada mesin pesawat Airbus A380.

Perintah kelaikan udara ini dikeluarkan menyusul insiden serius berupa kegagalan komponen mesin (uncontained failure) yang memaksa awak kokpit membatalkan proses lepas landas (aborted takeoff).

Komponen spesifik yang menjadi fokus utama dalam instruksi tersebut adalah segel interstage turbin bertekanan tinggi pada mesin keluarga Engine Alliance GP7200.

Mesin jenis GP7200 sendiri merupakan hasil usaha patungan (joint venture) antara dua raksasa dirgantara, yakni GE Aerospace dan Pratt & Whitney.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa perputaran relatif dari segel—yang dikenal dalam dunia teknis sebagai clocking—menjadi salah satu faktor kontribusi utama dalam insiden tersebut.

Pabrikan juga menemukan adanya pergerakan yang lebih besar pada komponen segel yang sebelumnya telah dipasang kembali selama proses overhaul atau perbaikan besar.

Meskipun akar penyebab masalah secara menyeluruh masih dalam investigasi lanjutan, FAA mengambil langkah pencegahan yang ketat demi menghindari risiko kebakaran mesin.

Dalam aturan darurat ini, operator diwajibkan untuk memprioritaskan pencopotan 15 segel yang memiliki jumlah siklus penerbangan tertinggi sejak overhaul terakhir.

Biaya finansial untuk penggantian komponen bermasalah ini diperkirakan cukup tinggi, yakni mencapai sekitar $528.150 per mesin yang terdampak.

Kendati tidak ada maskapai asal Amerika Serikat yang mengoperasikan armada Airbus A380, regulasi ini tetap berdampak signifikan secara global terhadap keselamatan operasional maskapai internasional.


Riyadh Air Pindahkan Boeing 787 Dreamliner dari Bandara Internasional King Khalid

Sebelumnya

Dari Abad Asia ke Kedaulatan Udara, 56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews