post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Maskapai penerbangan nasional Inggris, British Airways, telah menghentikan pengoperasian armada superjumbo Airbus A380 di delapan rute penerbangannya selama beberapa tahun terakhir. Penyesuaian jaringan ini terungkap dari analisis data jadwal penerbangan Cirium Diio sejak armada tersebut pertama kali dioperasikan pada Agustus 2013 hingga proyeksi musim dingin 2026/2027 mendatang.

British Airways saat ini memiliki total 12 unit pesawat Airbus A380, meskipun tidak seluruh armada berada dalam status aktif. Pesawat pertama maskapai ini (G-XLEA) dikirimkan pada Juli 2013 dan memulai debut penerbangan komersial perdana ke Frankfurt untuk pelatihan awak, sebelum kemudian resmi melayani rute jarak jauh pertamanya ke Los Angeles.

Saat ini, seluruh armada A380 milik British Airways beroperasi dengan konfigurasi standar 469 kursi. Namun, maskapai anggota aliansi oneworld ini tengah menjalankan program perombakan kabin besar-besaran (retrofit) menjadi konfigurasi yang lebih premium dengan 421 kursi demi memperbarui fasilitas interior (hard product) yang dinilai sudah usang.

Proses rekabinkasi tersebut berdampak langsung pada kapasitas operasional maskapai, yang memicu penurunan jadwal penerbangan A380 dari Bandara Heathrow London (LHR) hingga sebesar 27 persen pada musim dingin mendatang. Hal ini memaksa British Airways mengatur ulang dan merampingkan alokasi armadanya di sejumlah rute internasional.

Berdasarkan data penerbangan, delapan destinasi yang kini tidak lagi dilayani secara reguler oleh A380 British Airways mencakup Hong Kong, Frankfurt, Madrid, Vancouver, Doha, Chicago O'Hare, Washington Dulles, dan yang terbaru adalah Dubai. Rute seperti Singapura (SIN) tidak termasuk dalam daftar pemangkasan permanen karena dijadwalkan kembali dilayani A380 mulai awal September.

Beberapa rute jarak pendek seperti Frankfurt dan Madrid sebelumnya hanya digunakan dalam jangka waktu sangat terbatas untuk keperluan pelatihan dan familiarisasi kru kabin. Sementara itu, penerbangan A380 ke Doha pada tahun 2022 dioperasikan khusus untuk mendukung mitra aliansinya, Qatar Airways, selama gelaran Piala Dunia.

Untuk destinasi Amerika Utara, Bandara Internasional Chicago O'Hare (ORD) kini sama sekali tidak lagi memiliki layanan reguler Airbus A380 setelah British Airways menghentikan pengoperasian tipe pesawat tersebut pada Desember 2023. Rute transatlantik ke Washington Dulles (IAD) dan Vancouver (YVR) juga telah dialihkan ke jenis armada berbadan lebar lainnya.

Hong Kong menjadi salah satu rute A380 tersibuk dalam sejarah British Airways dengan mencatatkan total 2.329 keberangkatan sebelum akhirnya dihentikan pada tahun 2020 di tengah disrupsi pandemi. Setelah krisis mereda, maskapai memilih tidak mengembalikan jet tingkat tersebut ke rute LHR–HKG.

Penarikan terbaru terjadi pada rute London Heathrow menuju Bandara Internasional Dubai (DXB) untuk musim dingin 2026/2027. Selain akibat program perombakan kabin armada, penyesuaian operasional ini juga dipengaruhi oleh situasi geopolitik di Timur Tengah, kendati rute LHR–DXB diperkirakan berpeluang dilayani kembali oleh A380 pada musim dingin 2027/2028.

Meski British Airways menarik A380 dari Dubai, koridor udara London ke Dubai tetap menjadi pasangan rute paling padat bagi pesawat A380 di dunia. Pasalnya, maskapai Emirates terus mendominasi rute tersebut dengan mengoperasikan hingga enam penerbangan harian menggunakan Airbus A380 ke Bandara London Heathrow serta tiga penerbangan harian ke Bandara London Gatwick.


Ponsel iPhone Penumpang Pesawat Tersiram ke Dalam Toilet

Sebelumnya

Empat Teknisi Lion Air Menang Gugatan PHK, Dapat Pesangon Rp1,2 Miliar

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews