Ketegangan diplomatik antara Kuba dan Amerika Serikat kembali memanas di panggung internasional. Pemerintah Kuba secara resmi mengecam rencana Amerika Serikat yang akan menggelar sebuah acara khusus berjudul “Cuba Libre, the Oppression, Havana Heights” di Markas PBB di New York.
Pemerintah Kuba menilai kegiatan yang mereka sebut sebagai “media show” ini sarat muatan politik. Havana menuding bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan acara tersebut adalah untuk menyudutkan serta menyerang kedaulatan negara kepulauan tersebut.
Kecaman keras ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Kuba untuk PBB, Ernesto Soberon Guzman, di Washington DC. Ia menyatakan bahwa kegiatan yang diinisiasi oleh misi tetap AS itu diselenggarakan dengan cara yang dipertanyakan.
Menurut pihak Havana, acara yang dijadwalkan berlangsung pada hari Senin, 19 Oktober 2026, tersebut bukanlah sebuah forum dialog yang netral. Sebaliknya, forum itu dinilai sebagai latihan bermotif politik yang sengaja dibentuk untuk mempromosikan narasi permusuhan terhadap Kuba.
Pemerintah Kuba melihat waktu pelaksanaan acara ini sangat mencurigakan karena berdekatan dengan agenda pemungutan suara tahunan di PBB. Agenda tersebut berkaitan dengan resolusi penghentian embargo ekonomi yang telah diberlakukan Amerika Serikat terhadap Kuba selama bertahun-tahun.
Sebelum kecaman ini dilayangkan, Kuba juga telah memperingatkan komunitas internasional mengenai berbagai tekanan diplomatik. Havana menuduh Washington berupaya memaksa sejumlah pemerintahan lain agar mengubah posisi suara mereka dalam resolusi PBB mendatang.
Konfrontasi diplomatik ini mencerminkan dinamika perselisihan yang terus berlanjut di antara kedua negara dalam forum multilateral. Kuba secara konsisten mendesak agar markas besar PBB tidak disalahgunakan sebagai instrumen politik sepihak.
Hingga saat ini, pihak Misi Tetap Amerika Serikat untuk PBB belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan yang dilayangkan oleh pemerintah Kuba. Rincian mengenai siapa saja pembicara yang akan hadir dalam acara kontroversial tersebut juga masih belum diumumkan secara terbuka.
Bagi Kuba, tekanan dan narasi yang dibangun oleh Washington merupakan bagian dari rangkaian agresi multidimensional yang merugikan pembangunan ekonomi rakyatnya. Pemerintah Kuba berharap negara-negara anggota PBB tetap bersikap objektif dan tidak terpengaruh oleh tekanan politik tertentu.
Menjelang pemungutan suara resolusi di PBB, perhatian dunia kini tertuju pada bagaimana pertarungan diplomatik antara Kuba dan Amerika Serikat akan berlangsung di markas besar lembaga internasional tersebut.



KOMENTAR ANDA