• Sensor Diri dan Bias: Parenti menyoroti bagaimana jurnalis sering melakukan sensor diri (self-censorship) dan menunjukkan bias pro-bisnis serta anti-serikat pekerja.
• Pendekatan Kritis: Dibandingkan dengan “Manufacturing Consent” karya Chomsky, buku Parenti dinilai lebih mudah dibaca dan mencakup topik yang lebih luas dalam mengkritik media arus utama.
Secara keseluruhan, “Inventing Reality” mendidik pembaca untuk bersikap skeptis terhadap berita yang disajikan sehari-hari dan memahami bahwa apa yang dianggap “realitas” sering kali hanyalah hasil konstruksi media.
Membedah Mitos Kapitalisme dan Eksploitasi Kelas
Dengan kecerdasan dan humor yang menyengat, Parenti melucuti mitos-mitos kapitalisme. Sebagian dari idiom-idiom tersebut antara lain;
• Kritik pada “Tangan Tak Terlihat”: Ia menyindir gagasan bahwa keserakahan pribadi akan menghasilkan kebaikan publik sebagai “dongeng yang terlalu fantastis”.
• Siapa Produsen Sejati?: Parenti menekankan bahwa kapital membajak terminologi. Korporasi disebut “produsen” atau “petani”, padahal mereka tidak memproduksi atau menanam apa pun. Produsen sejati adalah para pekerja. Korporasi seharusnya disebut “perangkat organisasi untuk pengambilalihan tenaga kerja dan akumulasi modal”.
• Akar Kemiskinan Massal: Kemiskinan bukanlah kondisi alamiah, tetapi hasil dari akumulasi surplus besar-besaran oleh segelintir orang, sebuah proses yang menciptakan kekurangan bagi banyak orang yang justru menghasilkan surplus tersebut.
Warisan dan Relevansi Abadi
Meski sering dicap sebagai “ekstremis”, Parenti menjelaskan bahwa yang ia perjuangkan sebenarnya moderat: lingkungan bersih, pajak yang adil, perumahan terjangkau, pekerjaan dengan upah layak, dan keadilan yang setara. Gagasan-gagasan ini tampak “ekstrem” hanya karena sangat bertentangan dengan kepentingan status quo.
Sebagai seorang pengamat dan penulis, ia telah menerima banyak penghargaan seperti Career Achievement Award dari Caucus for a New Political Science (2003) dan American Book Award for Lifetime Achievement (2014). Hal itu menjadi tanda bahwa sekeras dan setajam apapun kritiknya, karya-karyanya tetap diakui oleh kalangan terpelajar AS.
Parenti meninggal dalam sunyi musim dingin Amerika, tetapi warisannya tetap menyala dan memanaskan pikiran kritis para pejuang yang melawan ketidakadilan di berbagai penjuru dunia. Tulisan, pidato, dan wawancaranya terus dicari oleh generasi baru yang ingin memahami dunia dengan lebih kritis, membuktikan bahwa suara kebenaran dan keberanian tak akan pernah benar-benar padam.
Selamat jalan guru.
Tulisan ini disadur dari berbagai sumber, ditulis sehabis mencangkul, saat menunggu kiriman makan siang datang di ladang.


KOMENTAR ANDA