post image
Foto: KBRI Beijing
KOMENTAR

Beijing menjadi saksi kemeriahan pembukaan acara Indonesian Gourmet Festival yang secara resmi digelar untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat setempat. Acara ini merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing dengan Grand Hyatt Beijing Oriental Plaza.

Festival ini dibuka secara resmi pada Rabu, 3 Juni 2026, dan dijadwalkan akan berlangsung selama hampir satu bulan penuh hingga tanggal 28 Juni 2026. Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, hadir langsung untuk memimpin seremoni pembukaan acara tersebut.

Dalam sambutannya, Dubes Djauhari menekankan bahwa festival yang mengusung tema "An Archipelago of Flavors" ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mitra diplomatik, awak media, hingga para pengusaha. Acara pembukaan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara kedua negara melalui pendekatan budaya dan gastronomi.

Dubes Djauhari menyampaikan bahwa kemitraan komprehensif strategis antara Indonesia dan Tiongkok terus menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari angka perdagangan yang melampaui USD 167 miliar serta investasi yang mencapai USD 7,5 miliar pada tahun lalu.

Meski angka-angka ekonomi tersebut menunjukkan kemajuan, Dubes Djauhari menegaskan bahwa hubungan antar masyarakat merupakan pondasi yang tak kalah penting. Baginya, makanan adalah jembatan penghubung yang mampu memperkuat tali persahabatan tersebut.

Koneksi melalui makanan ini sebenarnya telah terjalin selama berabad-abad antara Indonesia dan Tiongkok. Sejarah mencatat kapal dagang kuno melintasi lautan untuk mempertukarkan sutra dan keramik Tiongkok dengan rempah-rempah berharga dari Indonesia.

Rempah-rempah asal Indonesia seperti pala, cengkeh, dan lada tidak hanya sampai ke Tiongkok, tetapi juga tersebar luas hingga ke benua Eropa. Warisan sejarah inilah yang diangkat kembali dalam festival untuk merepresentasikan kekayaan rempah dan budaya Indonesia.

Berbagai hidangan yang disajikan dalam festival ini mencerminkan tradisi turun-temurun dari berbagai wilayah di Indonesia. Untuk menjamin keaslian cita rasa, KBRI Beijing menghadirkan tiga chef profesional langsung dari Indonesia.

Ketiga chef tersebut adalah Ibnu Hajar dan Kiky Arie Morfi dari Grand Hyatt Jakarta, serta Ari Aprianto dari Park Hyatt Jakarta. Mereka bertanggung jawab menyajikan deretan menu unggulan khas Nusantara selama festival berlangsung.

Masyarakat Beijing dapat mencicipi hidangan ikonik seperti rendang, sop konro, dan gudeg. Selain itu, tersedia pula pilihan menu seperti ayam woku, bebek betutu, nasi goreng rendang, hingga nasi lapola.

Menu pelengkap seperti gado-gado, tahu gejrot, dan asinan juga turut dihadirkan untuk memberikan pengalaman kuliner yang lengkap. Tidak ketinggalan, aneka kudapan manis seperti pisang goreng dan kelepon, serta minuman segar seperti es teler dan es cendol tersedia bagi para pengunjung.

Chef Ibnu Hajar mengungkapkan rasa bangganya dapat memperkenalkan makanan Indonesia di Tiongkok. Ini menjadi kunjungan pertamanya ke Tiongkok, dan ia berharap masyarakat setempat dapat menikmati hidangan yang telah dipersiapkan.

General Manager Grand Hyatt Beijing, Daphne Hsiao, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi festival ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

Sementara itu, Chef Luka dari Grand Hyatt Beijing menjelaskan bahwa festival ini secara khusus menonjolkan keragaman cita rasa dari berbagai pulau. Fokus sajian mencakup kekayaan kuliner dari wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, hingga Maluku.

Respon positif datang dari pengunjung, salah satunya adalah Chang Si Cong. Ia menyatakan bahwa makanan yang disajikan sangat lezat dan memiliki kekayaan bumbu yang khas.

Chang secara khusus menyebutkan bahwa rendang menjadi hidangan favoritnya dalam festival tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa cita rasa masakan Indonesia memiliki daya tarik yang kuat bagi lidah masyarakat Tiongkok.

Kemeriahan acara pembukaan juga dihiasi dengan pertunjukan musik tradisional. Gamelan Indonesia dipadukan dengan alat musik tradisional Tiongkok, yaitu erhu dan pipa, di bawah arahan Risnandar dari Central Conservatory of Music (CCOM).

Berbagai lagu populer dimainkan dalam pertunjukan tersebut, seperti Bengawan Solo, Ayo Mama, Ayam den Lapeh, Bungong Juempa, dan Sajojo. Lagu-lagu Tiongkok seperti Moulihua dan Yue Lian Dai Biao Wo de Xin juga turut dibawakan sebagai bentuk apresiasi budaya.

Selain kuliner, KBRI Beijing memanfaatkan festival ini untuk mempromosikan produk unggulan Indonesia. Beberapa produk yang diperkenalkan antara lain kopi luwak, kopi Ijen, dan kopi Kerinci.

Lebih lanjut, berbagai produk makanan yang telah menembus pasar Tiongkok juga ditampilkan, seperti minuman yogurt, air kelapa, wafer, dan kerupuk. Festival ini pun menjadi perayaan nyata atas kerja sama budaya dan persahabatan masyarakat kedua bangsa yang semakin erat.


Bintang Kehormatan, Pangkat Kehormatan, dan Hancurnya Simbol Kekuasaan Politik Prabowo

Sebelumnya

Presiden RI Beri Kesempatan Mitra MBG yang Brengsek Kembali ke Jalan yang Benar

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Nasional