Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung bersiap mengaktifkan kembali penerbangan domestik dan internasional. Seiring dengan rencana ini, bandara tersebut akan menggunakan nama resmi baru, yaitu Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa nama baru ini ditetapkan oleh PT Angkasa Pura dan InJourney selaku BUMN pengelola bandara.
Reaktivasi ini diproyeksikan membuka kembali 10 hingga 11 rute penerbangan. Untuk rute internasional, bandara ini direncanakan melayani tujuan Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura. Sementara untuk rute domestik, penerbangan akan menghubungkan Bandung dengan Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Pontianak, Makassar, dan Denpasar.
Meski daftar rute sudah disiapkan, Pemkot Bandung masih menunggu izin resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan kepastian jadwal dari masing-masing maskapai. Farhan berharap kembalinya penerbangan langsung ini dapat meningkatkan mobilitas serta daya tarik Bandung sebagai kota pendidikan.
Pemkot Bandung bersama pihak terkait mulai mematangkan fasilitas pendukung di darat. Pekerjaan sipil dan perbaikan jalan akses menuju bandara saat ini sedang berjalan. Selain itu, Lanud Husein Sastranegara juga telah bekerja sama dengan pihak swasta untuk pengelolaan parkir khusus.
Untuk memudahkan penumpang menuju pusat kota, Pemkot Bandung mempertimbangkan penyediaan layanan shuttle melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Skema ini masih dikaji lebih lanjut terkait operator, jumlah armada, kapasitas, dan rute tujuannya.
Setelah mendapat ruang dari InJourney, Pemkot Bandung berencana merancang konsep branding kota di area terminal kedatangan dan keberangkatan. Konsep ini dibuat agar penumpang yang baru mendarat bisa langsung merasakan suasana dan karakter khas Kota Bandung.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga fokus menjaga keselamatan penerbangan dengan mengawasi lingkungan sekitar bandara. Farhan menegaskan, petugas keamanan rutin berpatroli untuk mencegah masyarakat membakar sampah di area sekitar bandara, karena asapnya dapat mengganggu jarak pandang penerbangan. Saat ini, persiapan infrastruktur darat terus dikebut sembari menunggu izin operasional maskapai turun.



KOMENTAR ANDA