post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Ajang pameran kedirgantaraan bergengsi Farnborough International Airshow (FIA) 2026 di London, Inggris resmi dibuka dengan rentetan pengumuman transaksi besar dari berbagai maskapai global, perusahaan penyewaan pesawat (lessor), dan produsen penerbangan. Gelaran hari pertama ini diwarnai oleh komitmen kuat industri aviasi dalam memperbarui armada, meningkatkan kapasitas penerbangan, serta mendorong keberlanjutan energi hijau.

Di segmen pesawat berbadan lebar (widebody), Riyadh Air mencuri perhatian di awal pameran dengan meresmikan dua pesanan besar sekaligus. Maskapai asal Arab Saudi ini memfinalisasi komitmen untuk 28 unit Boeing 787 dan enam unit Airbus A350-1000. Langkah strategis terlihat pada transaksi Boeing, di mana Riyadh Air mengonversi 20 pesanan 787-9 menjadi varian yang lebih besar, yaitu 787-10.

Langkah ekspansi pesawat berbadan lebar juga diikuti oleh Philippine Airlines yang memperkuat kemitraan 80 tahunnya bersama Boeing. Maskapai bendera Filipina ini mengaitkan komitmen untuk pembelian hingga 20 unit Boeing 787-10 Dreamliner, yang terdiri dari 15 pesanan pasti dan lima opsi tambahan guna memperkuat jaringan rute jarak jauh mereka.

Sektor pesawat berbadan sempit (narrowbody) juga memanas melalui transaksi berskala besar oleh lessor asal Irlandia, SMBC Aviation Capital. Perusahaan tersebut merampungkan pesanan 100 unit jet seri Boeing 737 MAX, yang mencakup 60 unit varian MAX 10 dan 40 unit varian MAX 8 untuk memenuhi tingginya permintaan pasar sewa pesawat global.

Kabar mengejutkan dari segmen ramah lingkungan datang dari maskapai regional Skotlandia, Loganair, yang memesan hingga 10 pesawat listrik CTOL (ALIA CX300) buatan BETA Technologies. Dengan rencana beroperasi pada 2029 melalui lima pesanan pasti dan lima opsi, Loganair berambisi menjadi maskapai komersial pertama di Eropa yang mengoperasikan armada pesawat listrik.

Komitmen pada efisiensi bahan bakar dan keberlanjutan lingkungan semakin dipertegas melalui kerja sama antara Airbus dan Air Canada. Kedua pihak mengumumkan investasi bersama senilai 13,7 juta dolar Kanada untuk memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Kanada, di mana Airbus turut membeli atribut lingkungan yang setara dengan 60.000 liter bahan bakar berkelanjutan tersebut.

Di sektor manufaktur mesin penerbangan, BOC Aviation mengonfirmasi pesanan 300 mesin CFM LEAP untuk memperkuat armada Airbus A320neo dan Boeing 737 MAX milik mereka. Pesanan ini terdiri dari 200 unit mesin LEAP-1A dan 100 unit LEAP-1B, yang memperluas jangkauan penggunaan keluarga mesin CFM pada portofolio lessor asal Singapura tersebut.

Tidak ketinggalan, British Airways mengumumkan penunjukan Pratt & Whitney untuk memasok mesin GTF pada armada baru Airbus A320neo mereka. Perjanjian ini mencakup hingga 63 pesawat (33 pesanan pasti dan 30 opsi) yang siap dikirim mulai 2027, lengkap dengan kontrak perawatan jangka panjang EngineWise Comprehensive selama 12 tahun.

Dari kawasan Asia, maskapai asal Jepang, Skymark Airlines, menyepakati kesepakatan sewa tujuh unit Boeing 737 MAX 10 dari Aviation Capital Group. Pesawat-pesawat yang dijadwalkan mulai tiba pada 2028 ini ditujukan untuk mendukung peremajaan armada serta meningkatkan kapasitas penerbangan pada rute-rute utama dari Bandara Haneda, Tokyo.

Rangkaian transaksi hari pertama ditutup oleh pengumuman dari Honeywell Aerospace dan Airbus Helicopters. Honeywell mengamankan kerja sama teknologi keselamatan landasan pacu dengan Aeromexico serta penyediaan avionik untuk 810 pesawat A320neo milik IndiGo, sementara Airbus Helicopters mendapatkan pesanan dua unit H135 tambahan dari Layanan Udara Kepolisian Nasional Inggris (NPAS).


COMAC Kembangkan C939 Berbadan Lebar, Airbus dan Boeing Semakin Tersaingi

Sebelumnya

Garuda Indonesia akan Ubah Aturan Soal Bagasi Penumpang

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel AviaNews