Dalam sebuah pencapaian sejarah baru di medan perang udara, jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Ukraina (UkrAF) dilaporkan berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur Rusia. Peristiwa ini menandai aksi pertempuran udara-ke-udara (air-to-air) pertama yang berhasil dicatat oleh F-16 Ukraina sejak jet tersebut secara resmi dikirim dan dioperasikan di negara yang sedang berkonflik tersebut.
Kabar mengenai keberhasilan operasional F-16 ini pertama kali diungkapkan secara resmi oleh Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine. Pengakuan tersebut disampaikan Caine dalam kesaksiannya di hadapan Komite Alokasi Senat AS saat membahas pengajuan anggaran tambahan pertahanan untuk tahun anggaran 2026 yang dihadiri juga oleh Menteri Perang AS, Pete Hegseth.
Meskipun Jenderal Dan Caine tidak menyebutkan secara spesifik jenis pesawat Rusia yang ditembak jatuh, insiden tersebut dikaitkan erat dengan klaim militer Ukraina pada 8 Juli 2026. Pada tanggal tersebut, militer Ukraina mengumumkan keberhasilan menembak jatuh sebuah jet tempur canggih Su-35S milik Rusia di kawasan sektor timur.
Konfirmasi dari pihak lawan juga datang dari saluran Telegram populer asal Rusia yang terhubung dengan Kremlin, ‘Fighter-Bomber’. Saluran yang dikenal memiliki keterikatan kuat dengan unit-unit garis depan Angkatan Udara Rusia (RuAF) tersebut mengonfirmasi terjadinya pertempuran udara dan mengindikasikan jatuhnya Su-35S, meskipun mereka menambahkan bahwa pilot pesawat berhasil selamat.
Bukti visual mengenai kehancuran pesawat tersebut diperkuat oleh rekaman video yang diambil oleh drone pengintai taktis milik Ukraina. Dalam rekaman tersebut, puing-puing bangkai jet tempur Su-35S terlihat jelas jatuh terhempas dengan bentuk kerangka pesawat yang masih sangat mudah diidentifikasi di darat.
Dalam penjelasannya mengenai taktik pertempuran, saluran ‘Fighter-Bomber’ mengungkapkan bahwa skenario pertempuran udara tersebut melibatkan beberapa "pesawat musuh" serta bantuan dari sistem pertahanan udara rudal Patriot. Diketahui, Su-35S sendiri merupakan salah satu aset utama penerbangan Rusia yang kerap menjalankan misi pemusnahan pertahanan udara musuh menggunakan rudal anti-radiasi Kh-31P.
Namun, hingga saat ini belum ada kepastian pasti apakah jet F-16 Ukraina dan baterai Patriot berkoordinasi secara langsung menggunakan taktik umpan untuk menjebak Su-35S tersebut. Pihak Angkatan Bersenjata Ukraina sendiri masih memilih untuk merahasiakan detail teknis pertempuran demi alasan keamanan operasional (Operational Security/OPSEC).
Keterangan dari Jenderal Caine di Senat AS muncul setelah adanya pertanyaan dari Senator Dick Durbin terkait kebutuhan pertahanan udara Ukraina. Caine memuji perkembangan pesat industri pertahanan dan kemampuan integrasi Ukraina yang semakin maju dalam membangun lapisan pertahanan udara yang efektif selama beberapa tahun terakhir.
Saluran 'Fighter-Bomber' menambahkan detail taktis pertempuran dengan menyebutkan adanya kecerdikan taktik dari pihak Ukraina. Mereka menyebutkan bahwa satu pesawat Rusia harus berhadapan dengan kombinasi satu baterai sistem Patriot dan tiga pesawat tempur Ukraina, di mana jet Rusia terlihat ragu-ragu saat harus menghadapi dua unit F-16 secara bersamaan.
Hingga saat ini, identitas pesawat ketiga yang mendampingi dua jet F-16 Ukraina dalam pertempuran tersebut masih menjadi misteri. Pesawat tersebut disinyalir bisa jadi merupakan jet F-16 ketiga atau pesawat tempur era Uni Soviet seperti MiG-29 atau Su-27 yang masih aktif digunakan oleh Angkatan Udara Ukraina.



KOMENTAR ANDA