post image
Ilustrasi: ZonaTerbang
KOMENTAR

Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran Kemanusian

DI Istanbul ada satu bangunan yang hidupnya seperti buku sejarah. Namanya Hagia Sophia. Artinya "Kebijaksanaan Suci". Selama 1500 tahun dia 3 kali ganti iman, tapi tidak pernah ganti batu.

Kronologi Riwayat Hagia Sophia adalah sebagai berikut:

1. Basilika Megah Kekaisaran Bizantium: 537 M
Kaisar Justinianus I membangunnya tahun 532-537. Tujuannya satu: membuat gereja paling megah sedunia. Arsiteknya Anthemius dan Isidorus menciptakan kubah raksasa diameter 31 meter yang seperti "menggantung di udara". Orang waktu itu bilang: "Sulaiman, aku telah mengalahkanmu". Selama 900 tahun Hagia Sophia jadi pusat Gereja Ortodoks. Mozaik Yesus, Maria,dan para kaisar menutupi dinding. Lonceng gereja, altar, dan ikon jadi jantung Konstantinopel.

2. Berubah Jadi Masjid Kekaisaran Ottoman: 1453
29 Mei 1453. Konstantinopel jatuh ke tangan Sultan Mehmed II. Hari pertama masuk kota, beliau langsung shalat di Hagia Sophia. Mulai saat itu fungsinya berubah. Menara ditambah 4. Mosaik ditutup plester kaligrafi Allah, Muhammad, dan 4 Khulafaur Rasyidin. Mimbar, mihrab, dan air mancur wudhu dipasang.

Tapi Ottoman tidak menghancurkan. Mereka memeluk. Mozaik Bizantium tidak dikerok, hanya ditutup. Karena itu hari ini kita masih bisa lihat wajah Yesus berdampingan dengan kaligrafi Islam. Selama 481 tahun Hagia Sophia jadi Masjid Agung Kesultanan.

3. Menjadi Museum Sekuler: 1935
Republik Turki baru di bawah Mustafa Kemal Atatürk mengubahnya jadi museum tahun 1935. Tujuannya: simbol toleransi dan warisan bersama umat manusia. Plester dibuka. Mozaik Kristen dan kaligrafi Islam sama-sama dipamerkan. Turis dari seluruh dunia datang.

4. Kembali Jadi Masjid: 2020
Juli 2020, pengadilan Turki membatalkan status museum. Hagia Sophia kembali jadi masjid dan dibuka untuk shalat 5 waktu. Tapi pintu gerbangnya juga tetap dibuka untuk wisatawan di luar jam shalat. 

Nasib Hagia Sophia adalah cermin terbalik dari Masjid-Katedral Kordoba di Spanyol.

Hagia Sophia: Gereja → Masjid → Museum → Masjid
Mezquita Kordoba: Masjid → Katedral → Tetap Katedral

Kordoba dibangun 785 sebagai masjid besar Al-Andalus. 1236 setelah Reconquista, bagian tengahnya dibongkar dan ditancapkan katedral Katolik di jantungnya. Tiang-tiang merah putih masjid kini dipeluk dinding gereja.

Dua bangunan ini seperti saudara. Sama-sama megah, sama-sama diperebutkan, sama-sama tidak dihancurkan. Hanya kulitnya yang ganti.

Hagia Sophia bukan milik satu agama. Dia milik waktu.

Kubahnya pernah bergema nyanyian Bizantium. Lalu bergema azan. Kini keduanya berada dalam di dalam perlindungan Hagia Sofia..

Manusia membangun untuk Tuhan. Tapi Tuhan menitipkan Hagia Sophia untuk mengingatkan bahwa peradaban besar tidak menghapus yang lama. Ia melestarikan dan mengembangkannya . Selama kubahnya masih berdiri, Istanbul akan terus punya 2 doa dalam 1 atap.


Kelirumologi Machiavellisme

Sebelumnya

Millenium Prize Problems

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Jaya Suprana