Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, secara tegas memberikan pembelaan kepada bintang muda FC Barcelona, Lamine Yamal. Dukungan ini disampaikan setelah sang pemain muda mendapat kecaman keras dari pejabat tinggi Israel.
Kritik tersebut bermula ketika Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina. Momen itu terjadi di atas bus terbuka saat perayaan gelar juara La Liga yang dilakukan oleh skuad Barcelona.
Perayaan kemenangan tersebut menarik perhatian sekitar 750.000 pendukung di jalanan kota Barcelona. Selain mengibarkan bendera secara langsung, Yamal juga membagikan foto momen tersebut ke akun Instagram pribadinya.
Unggahan dan aksi pemain berusia 18 tahun itu dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial. Reaksi keras pun datang dari kalangan pejabat Israel, salah satunya dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.
Katz secara terbuka menuduh Yamal telah memicu kebencian terhadap Israel melalui aksi simbolis tersebut. Tidak hanya itu, pejabat Israel lainnya juga melontarkan kritik pedas dan menyayangkan tindakan sang pemain sepak bola.
Menanggapi serangan verbal tersebut, Pedro Sánchez tidak tinggal diam dan langsung melontarkan kritik balik. Melalui sebuah pernyataan di platform media sosial X, Sánchez menyebut pihak yang menuduh pengibaran bendera sebagai tindakan kebencian telah kehilangan akal sehat.
Sánchez menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Yamal adalah bentuk ekspresi solidaritas murni. Menurutnya, sikap tersebut juga dirasakan oleh jutaan masyarakat Spanyol yang mendukung kemerdekaan dan perdamaian di Palestina.
Ia bahkan menambahkan bahwa tindakan pemain didikan akademi La Masia itu merupakan hal yang patut dibanggakan. Pemerintah Spanyol sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu negara di Eropa yang paling vokal mengkritik kebijakan militer Israel.
Polemik ini menambah panjang daftar persinggungan antara dunia olahraga profesional dan isu geopolitik global yang sensitif. Di sisi lain, Yamal kini harus kembali mengalihkan fokusnya untuk menghadapi turnamen besar bersama Timnas Spanyol.



KOMENTAR ANDA