Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko di Jakarta sepakat untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara Dubes Maroko Redouane Houssaini dengan Ketua Ketua PP Muhammadiyah, Prof. H. Syafiq A. Mughni di Kantor PP Muhammadiyah di Jalan Menteng, Jakarta, Rabu siang, 22 Juli 2026.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan eratnya hubungan bilateral antara kedua negara sahabat. Pengurus Pusat Muhammadiyah yang ikut menyambut kunjungan Dubes Houssaini antara lain adalah Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Dr. Maskuri, Anggota Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Prof. Armai Arief, dan Anggota Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Dr. Teguh Santosa.
Dubes Houssaini yang sudah empat bulan berada di Indonesia mengutarakan kekagumannya pada Indonesia.
“Indonesia negara yang besar dan juga kuat,” ujarnya.
Kedua belah pihak menaruh perhatian besar pada pentingnya kolaborasi lintas sektor yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas di kedua negara, khususnya dalam menghadapi tantangan global modern.
Salah satu pokok bahasan utama dalam diskusi tersebut adalah penguatan kerja sama di bidang pendidikan. Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan institusi pendidikan luas dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, Muhammadiyah dinilai sebagai mitra strategis bagi Maroko dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia.
Selain pendidikan, sektor kebudayaan juga menjadi sorotan penting dalam perbincangan siang itu. Dubes Houssaini dan Prof. Syafiq sepakat bahwa pertukaran budaya dan pemahaman sejarah Islam antara Indonesia dan Maroko perlu terus ditingkatkan guna mempererat tali persaudaraan umat Islam di tingkat global maupun regional.
Tidak hanya sebatas kerja sama akademik dan kultural, kedua tokoh juga mendiskusikan peluang penyelenggaraan forum ilmiah berkala. Rencananya, Kedubes Maroko dan Muhammadiyah akan menginisiasi seminar tematik yang menghadirkan para cendekiawan, akademisi, dan pemikir terkemuka dari Indonesia dan Maroko.
Forum seminar berkala ini diharapkan dapat menjadi wadah dialog intelektual yang produktif. Melalui forum tersebut, para cendekiawan dari kedua negara dapat saling bertukar gagasan, pandangan, serta hasil riset mengenai perkembangan dunia Islam, moderasi beragama, dan isu-isu strategis kontemporer lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Teguh Santosa menyampaikan bahwa LHKI PP Muhammadiyah siap memfasilitasi berbagai inisiatif program bersama yang telah dibahas. Sementara itu, Prof. Armai Arief menambahkan bahwa peluang kolaborasi beasiswa dan pertukaran mahasiswa antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan universitas di Maroko juga menjadi poin pembahasan yang potensial.
Dubes Redouane Houssaini mengapresiasi peran aktif Muhammadiyah dalam mendorong Islam yang berkemajuan, moderat, dan mencerahkan. Ia berharap kunjungan ini menjadi babak baru yang semakin memperkokoh jalinan sinergi antara Kerajaan Maroko dan ormas Islam terbesar di tanah air ini.
Menutup pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyatakan komitmen kuat untuk segera menindaklanjuti hasil diskusi melalui nota kesepahaman dan langkah-langkah teknis di lapangan. Pertemuan ditutup dengan pertukaran cinderamata serta foto bersama sebagai simbol keharmonisan hubungan diplomatik dan keagamaan.



KOMENTAR ANDA