Dominasi global industri penerbangan selama lebih dari lima dekade yang dipegang oleh dua raksasa, Boeing dan Airbus, kini mulai menghadapi tantangan baru yang dilakukan secara diam-diam dari dalam negeri China.
Melalui perusahaan dirgantara COMAC, China tengah mengembangkan konsep pesawat berbadan lebar baru bernama C939 serta mesin turbofan bertenaga kuat yang dikenal sebagai CJ-3000.
Langkah ini dinilai bukan sekadar membangun pesawat yang lebih besar, melainkan upaya mendasar untuk mengubah aturan main dalam industri penerbangan global.
Selama ini, pasar penerbangan komersial sangat bergantung pada ekosistem yang telah dibangun oleh Boeing dan Airbus, mulai dari fasilitas produksi, sertifikasi, pemeliharaan, hingga dukungan global. Maskapai penerbangan sering kali dihadapkan pada pilihan yang sangat terbatas karena peralihan ke ekosistem lain membutuhkan biaya yang mahal dan kompleks. Hal tersebut menciptakan hambatan masuk yang sangat tinggi bagi para pendatang baru, menjadikan duopoli ini sebagai salah satu struktur pasar yang paling sulit ditembus di dunia.
Namun, alih-alih mencoba mendobrak pasar secara instan dalam semalam, China menerapkan strategi jangka panjang yang dibangun secara bertahap dan berlapis-lapis. Perjalanan ini dimulai dari pengembangan pesawat regional ARJ21 untuk mempelajari sistem desain, manufaktur, dan sertifikasi dari dalam, yang kemudian dilanjutkan ke pesawat berbadan sempit C919 untuk bersaing di segmen pasar yang paling kompetitif.
Tahapan tersebut terus berlanjut menuju proyek pesawat berbadan lebar jarak jauh seperti C929 dan kini mengarah pada konsep yang lebih ambisius, yaitu COMAC C939.
Berdasarkan laporan industri, pekerjaan desain awal untuk C939 ini dikabarkan telah dimulai, menandakan bahwa sumber daya dan komitmen jangka panjang telah dikerahkan untuk merealisasikan pesawat berbadan lebar berkapasitas besar tersebut.
Di atas kertas, C939 dirancang sebagai jet jarak jauh berkapasitas tinggi yang mampu mengangkut sekitar 400 penumpang dengan jangkauan jelajah mencapai 13.000 kilometer. Spesifikasi tersebut menempatkannya sejajar dengan platform pesawat berbadan lebar mapan seperti Boeing 777-300ER dan Airbus A340-600.
Kehadiran opsi ketiga di kategori ini berpotensi memberikan pengaruh besar bagi maskapai dalam hal daya tawar, dinamika harga, serta fleksibilitas jaringan penerbangan jarak jauh.
Kendati demikian, tantangan terbesar dari ambisi ini bukan hanya terletak pada desain badan pesawat, melainkan pada pengembangan mesin yang andal. Selama puluhan tahun, industri penerbangan China masih sangat bergantung pada teknologi mesin barat, yang menjadi batasan utama dalam mengontrol performa dan kemandirian jangka panjang.
Untuk mengatasi hal tersebut, program mesin CJ-3000 dirancang untuk bersaing di kelas tertinggi mesin pesawat berbadan lebar dengan target dorongan sekitar 45 ton. Apabila berhasil dikembangkan, mesin bertenaga tinggi ini membuka peluang bagi pesawat seperti C939 untuk beroperasi menggunakan konfigurasi dua mesin alih-alih empat mesin, yang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar serta menekan biaya pemeliharaan secara signifikan.
Di sisi lain, membangun sebuah pesawat berbadan lebar juga menuntut penciptaan ekosistem pendukung yang utuh dari nol, mulai dari kerangka kerja sertifikasi global hingga jaringan perawatan dan pelatihan. Perusahaan seperti Boeing dan Airbus mencapai posisi mereka saat ini bukan hanya karena membangun pesawat yang canggih, melainkan karena berhasil membangun jaringan pendukung global yang saling terintegrasi selama puluhan tahun.
Hingga saat ini, di balik ambisi besar program C939, China masih memiliki keterkaitan dengan komponen-komponen penting dan jalur sertifikasi yang berada di luar kendali domestik. Ketergantungan pada rantai pasok global ini menunjukkan bahwa transisi menuju kemandirian penuh di sektor dirgantara merupakan proses yang kompleks dan membutuhkan waktu yang sangat panjang.
Pada akhirnya, langkah yang diambil oleh China melalui program C939 ini bukan sekadar peluncuran sebuah produk pesawat baru, melainkan sebuah pertaruhan besar untuk mengubah keseimbangan kekuatan dalam industri penerbangan global. Keberhasilan sejati dari inisiatif ini nantinya tidak hanya diukur dari kemampuan menerbangkan pesawat, tetapi dari seberapa jauh mereka mampu membangun ekosistem penerbangan yang utuh, tepercaya, dan diakui di seluruh dunia.



KOMENTAR ANDA