post image
Foto: SimpleFlying
KOMENTAR

Sebuah armada Boeing 777 milik maskapai penerbangan United Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat kembali ke bandara asal setelah mengalami masalah pada mesin. Peristiwa menegangkan ini terjadi pada penerbangan berjadwal rutin yang melayani rute transkontinental dari Amerika Serikat menuju daratan Tiongkok.

Pesawat berbadan lebar tersebut diketahui sedang mengoperasikan penerbangan nomor UA888 dengan tujuan akhir Beijing, Tiongkok. Berdasarkan data penerbangan, pesawat lepas landas secara normal dari Bandara Internasional San Francisco (SFO) sebelum akhirnya insidentil teknis terjadi di udara.

Ketika pesawat tengah berada dalam fase menanjak (climb) pasca-lepas landas, awak kokpit mendeteksi adanya getaran parah dan suara bising yang tidak biasa dari salah satu mesin. Menghadapi situasi darurat tersebut, prosedur keselamatan standar langsung dijalankan oleh sang kapten pilot.

Keputusan krusial diambil oleh kru penerbangan dengan mematikan (shut down) mesin sebelah kanan pesawat yang mengalami gangguan. Tindakan pemadaman mesin di udara ini dilakukan demi mencegah potensi kerusakan yang lebih parah serta menjaga keselamatan seluruh penumpang di dalam kabin.

Setelah salah satu mesin dinonaktifkan, pesawat Boeing 777 tersebut melakukan proses putar balik (air turnback) menuju Bandara Internasional San Francisco. Sekitar 90 menit setelah meninggalkan landasan pacu untuk pertama kalinya, pesawat akhirnya mendarat dengan selamat tanpa insiden lanjutan.

Pesawat yang terlibat dalam insiden ini adalah jenis Boeing 777-200 dengan registrasi armada N796UA. Hingga beberapa hari setelah insiden pendaratan darurat tersebut, armada dengan mesin jenis Pratt & Whitney PW4090 ini dilaporkan masih belum kembali dioperasikan untuk penerbangan komersial.

Insiden yang dialami penerbangan UA888 ini menambah daftar panjang catatan masalah teknis terkait mesin pada armada Boeing 777-200 milik United Airlines. Sebelumnya, maskapai yang berbasis di Chicago ini juga sempat menghadapi beberapa insiden serupa yang melibatkan gangguan mesin di berbagai rute penerbangan.

Faktor usia armada generasi pertama Boeing 777 yang telah mendekati usia tiga dekade kini menjadi sorotan utama di kalangan pengamat penerbangan. Maskapai besar di seluruh dunia, termasuk United Airlines, dihadapkan pada dilema strategis mengenai efisiensi biaya perawatan versus keputusan untuk segera mempensiunkan pesawat-pesawat tua tersebut.

Meskipun insiden pemadaman mesin di udara merupakan situasi serius yang membutuhkan tingkat kewaspadaan tinggi, protokol keselamatan penerbangan komersial telah dirancang untuk mengantisipasinya. Kemampuan pesawat bermesin ganda untuk terbang dan mendarat dengan aman menggunakan satu mesin terbukti ampuh dalam mencegah terjadinya tragedi fatal.

Hingga saat ini, pihak otoritas penerbangan maupun maskapai United Airlines masih terus menyelidiki penyebab pasti di balik gangguan mesin yang memaksa penerbangan ke Beijing tersebut putar balik. Sementara itu, para penumpang terdampak harus dijadwalkan ulang perjalanannya sembari menunggu investigasi teknis secara menyeluruh rampung dilakukan.


Teror Houthi, Sejumlah Maskapai Internasional Batalkan Penerbangan ke Riyadh

Sebelumnya

Riyadh Air Buka Rute Baru ke Jakarta

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel AviaNews