Insiden ledakan dan kebakaran hebat pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Dusun Nibul, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar,
Jaringan pipa milik TGI meledak pada pada Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 16.35 WIB dan memicu kobaran api hingga mencapai ketinggian sekitar 15 meter dan dinilai sebagai peristiwa yang sangat langka serta tidak biasa.
Menurut Gunhar, insiden ini tidak bisa dilepaskan dari komitmen kuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengembalikan kedaulatan energi ke tangan negara agar benar-benar dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan bahwa kedaulatan energi harus kembali ke tangan pemerintah dan negara, bukan dikuasai oleh mafia migas. Maka, setiap upaya yang mengganggu infrastruktur energi strategis patut dicurigai sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan negara,” ujar Gunhar dalam keterangan Senin, 5 Januari 2026.
Gunhar menilai, ledakan pipa gas ini berpotensi menjadi pesan perlawanan dari mafia migas yang selama ini tertekan oleh langkah-langkah tegas pemerintah. Ia menegaskan, ketika mafia migas tidak lagi leluasa melakukan sabotase terhadap kilang, pola serangan dialihkan ke jaringan pipa gas.
“Kalau ini benar ulah mafia migas, berarti mereka sedang terdesak. Ini pesan terhadap negara. Pemerintah tidak boleh kalah,” tegasnya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menekankan bahwa insiden tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor energi untuk memperketat pengamanan objek vital nasional serta mempercepat agenda pembersihan mafia migas.
“Ini kejadian yang sangat langka dan belum pernah terjadi sebelumnya. Negara harus hadir penuh. Aparat penegak hukum wajib mengusut tuntas dan memastikan kedaulatan energi benar-benar berada di tangan negara demi kemakmuran rakyat,” pungkasnya.


KOMENTAR ANDA