post image
Presiden Israel Isaac Herzog (kanan) dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu
KOMENTAR

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan sempat kesal dengan Presiden AS Donald Trump karena Washington DC melibatkan Presiden Israel, Isaac Herzog, dalam peluncuran Dewan Perdamaian di Davos, Swiss. 

Intinya Netanyahu keberatan bila Herzog yang hadir sebagai perwakilan Israel dalam kegiatan itu. 

Roya News, mengutip sumber berita Axios, mengatakan kehadiran Herzog memicu ketegangan antara Yerusalem dan Washington dan membuat Washington bertanya tentang komitmen penuh Israel terhadap inisiatif yang didukung AS untuk mengawasi gencatan senjata Gaza yang rapuh.

Dewan Perdamaian, yang diresmikan oleh Trump selama Forum Ekonomi Dunia pada hari Kamis, 22 Januari 2026, dirancang untuk memantau fase kedua kesepakatan gencatan senjata Gaza.

Undangan diberikan kepada 58 negara, termasuk 'Israel', dengan pilihan bagi kepala negara, pemimpin pemerintahan, atau perwakilan untuk hadir.

Netanyahu sendiri tidak berangkat ke Davos karena ada surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). 

Para pejabat Gedung Putih menghubungi kantor Netanyahu pada hari Selasa dan Rabu sebelumnya, mengusulkan agar Herzog duduk di panggung bersama para pemimpin lain dan menandatangani Piagam Dewan Perdamaian.

Netanyahu bersikeras bahwa undangan itu ditujukan kepadanya secara pribadi dan bukan kepada Herzog.

Hal ini menyebabkan serangkaian pembicaraan telepon yang disebutkan tegang dan sulit antara para pejabat senior Gedung Putih dan tim Netanyahu.

Meskipun upaya terus dilakukan untuk menyelesaikan kebuntuan hingga beberapa jam sebelum upacara hari Kamis, Netanyahu tetap ngotot yang mengakibatkan ketidakhadiran Israel pada acara tersebut.

Pemimpin Dunia yang Hadir dalam Peluncuran ‘Board of Peace’ 

1. Presiden AS Donald J.Trump 
2. Presiden Kazakstan Kassym-Jomart Tokayev 
3. Presiden Kosovo Vjosa Osmani 
4. PM Pakistan Shehbaz Sharif 
5. Presiden Paraguay Santiago Pena 
6. PM Qatar Syekh Muhammad bin Abdulrahman al-Thani 
7. Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan 
8. Menlu Turki Hakan Fidan 
9. Ketua Otoritas Eksekutif UEA Khaldoon Al Mubarak 
10. Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev 
11. PM Mongolia Gombojav Zandanshatar 
12. Menlu Yordania Ayman Al Safadi
13. Seskab Bahrain Syekh Isa bin Salman Al Khalifa 
14. Menlu Maroko Nasser Bourita 
15. Presiden Argentina Javier Miley 
16. PM Armenia Nikol Pashinyan 
17. Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev 
18. Mantan PM Bulgaria Rosen Zhelyazkov 
19. PM Hongaria Victor Orban
20. Presiden Indonesia Prabowo Subianto

Episode ini tidak hanya menciptakan ketegangan antara Tel Aviv dan Gedung Putih tetapi juga menciptakan gesekan antara kantor Netanyahu dan Herzog.

Pada Rabu malam, Gedung Putih dengan optimis memasukkan Israel dalam daftar 21 negara peserta yang diedarkan kepada para peserta, berharap adanya perubahan di menit-menit terakhir.

Para pejabat Gedung Putih memilih untuk tidak memelihara perselisihan tersebut, melainkan mengalihkan fokus ke isu-isu mendesak lainnya, seperti mendesak Israel untuk membuka kembali penyeberangan Rafah antara Mesir dan Gaza.

Para penasihat Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff, tiba di Israel pada Sabtu malam, 24 Januari 2026, untuk pertemuan dengan Netanyahu, di mana isu Rafah diperkirakan akan menjadi fokus utama.


KTT ‘Amerika Kita’ di Kolombia Rumuskan Sikap Hadapi Doktrin Monroe AS

Sebelumnya

Kim Jong Un Baru Saja Pecat Wakil Perdana Menteri

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global