post image
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam jumpa pers di Kediaman Duta Besar di Jalan Madiun, Jakarta Pusat, Kamis sore, 21 Januari 2026.
KOMENTAR

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu tidak mempengaruhi kekuatan pertahanan Republik Islam Iran. Kedua negara selama ini dinilai memiliki hubungan yang sangat erat di berbagai bidang, termasuk energi dan pertahanan. 

Kejatuhan Maduro dinilai banyak kalangan sebagai pukulan berat bagi Iran. 

Namun, menurut Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, Iran tidak memiliki ketergantungan pada negara mana pun, termasuk negara-negara yang dikenal sebagai sahabat baik Iran. 

Hal itu disampaikan Dubes Boroujerdi dalam jumpa pers di Kediaman Duta Besar di Jalan Madiun, Jakarta Pusat, Kamis sore, 21 Januari 2026.

“Apakah penculikan terhadap presiden sebuah negara mempengaruhi pertahanan Iran dan melemahkan Iran atau tidak, tentu ini akan merupakan hal yang harus kita selidiki, dan para cendekiawan dari hubungan internasional harus menjawab pertanyaan tersebut,” ujar Dubes Boroujerdi.

Tetapi, sambung Dubes Boroujerdi, dirinya dapat menjelaskan  bahwa kekuatan Iran berasal dari solidaritas masyarakat, swasembada berbagai kebutuhan, kemandirian berbagai industri —  khususnya industri pertahanan. Serta berasal dari Kepemimpinan Agung Ayatullah Ali Khamenei.

“Pertahanan di negara kami berasal dari kemandirian di dalam negeri. Kami tidak mengimpor atau tidak memberi keamanan dan kemandirian dari luar negeri,” sambungnya. 

Dia menambahkan, kepercayaan pemerintah kepada rakyat dan kemandirian negara serta penguasaan berbagai jenis ilmu pengetahuan dan teknologi terkini, menjadi sumber kekuatan yang sesungguhnya.


ISWAMI Minta Media Beritakan Pergeseran Batas Kedua Negara dengan Akurat

Sebelumnya

Menteri Malaysia Bantah Kabar 5 Ribu Hektar Tanah untuk Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global