post image
Jet tempur Rafale untuk Indonesia.
KOMENTAR

Pembelian 42 jet tempur Rafale buatan Prancis dan jet tempur F-15 buatan AS penting untuk memperkuat pondasi kedaulatan Indonesia di udara. Beberapa kali pesawat jet tak dikenal atau Black Flight melintas di wilayah udara Indonesia tanpa bisa dideteksi.

Kehadiran Rafale diharapkan dapat mencegah penyusupan Black Flight. 

Demikian disampaikan pengamat pertahanan dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026.

“Pembelian 42 pesawat jet Rafale dan beberapa jet F-15 Ditujukan untuk penegakan kedaulatan wilayah udara Indonesia. Sebagaimana ketentuan internasional, pembelian pesawat jet tempur tidak saja untuk kepentingan tempur mendesak seperti halnya di Ukraina,” ucap Nuning akrab disapa.

Ia menyebut kepentingan kedaulatan dan penegakan hukum di wilayah udara Indonesia bisa dibilang sangat mendesak saat ini.

“Beberapa kali pelanggaran udara dilakukan oleh pesawat jet tak dikenal atau dikenal juga dengan Black Flight,” tegas Nuning.

Lanjut dia, sesuai hukum udara internasional, pemerintah Indonesia dan TNI AU wajib menyelenggarakan penegakan kedaulatan di wilayah udara, bahkan di wilayah ruang angkasa.

Menurut mantan Anggota Komisi I DPR ini, jumlah pesawat jet tempur yang akan dibeli juga masih dalam kategori minimal karena kalkulasinya hanya untuk beroperasi pada ruang udara di atas wilayah daratan dan lautan Indonesia.

“Diplomasi pertahanan yang dijalankan Presiden Prabowo ke sejumlah negara terbilang terobosan yang cerdas. Beliau mampu melakukan diskusi ilmiah langsung dengan para menteri pertahanan negara-negara maju. Kemampuan komunikasi dan bahasa internasional yang dikuasai mendukung diplomasi pertahanan,” pungkas dia.

Sebelumnya Kepala Biro Infohan Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa kedatangan jet tempur generasi 4,5 produksi Prancis tersebut terjadi dalam waktu dekat. 

"Sesuai rencana dan apabila tidak ada perubahan, kedatangan batch awal dijadwalkan pada akhir Januari 2026," ucap Rico kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.


Bulan Februari, Turki Terima Eurofighter Typhoon Pertama dari Qatar

Sebelumnya

150 Personel AU Finlandia Terima Pelatihan F-35 Lightning II

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Militer