post image
Salah satu objek wisata di Maluku Tenggara, Pantai Ngurbloat.
KOMENTAR

Kabupaten Maluku Tenggara berpeluang besar menjadi salah satu tujuan wisata alam utama di wilayah timur Indonesia. Kawasan “seribu pulau” itu dikenal karena air lautnya yang jernih, bentangan pantai berpasir putih, serta gugusan pulau yang masih alami. 

Potensi Maluku Tenggara dipaparkan Bupati Muhammad Thaher Hanubun dalam “Dialog Strategis Nasional bertajuk Ekonomi Biru Indonesia: Menjembatani Kebijakan Nasional dengan Implementasi Daerah” yang diselenggarakan di Kampus Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Sahid Sudirman Residence Lantai 5, Jalan Jenderal Sudirman No. 84, Jakarta, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Sebelum wisatawan menapakkan kaki di Pantai Ngurbloat atau Pasir Panjang dan menyusuri pasir timbul Ngurtafur,  Thaher Hanubun mengatakan, ada satu kota yang harus dilalui sebagai titik awal setiap perjalanan menuju Kei. Kota itu adalah Langgur, pusat pemerintahan Kabupaten Maluku Tenggara.

“Selain keindahan alam, Langgur menghadirkan kekuatan lain yang menjadi ciri khas wilayah Maluku Tenggara yaitu kehidupan sosial masyarakat yang berlandaskan nilai Ain ni Ain atau kita semua bersaudara. Nilai ini tercermin dalam keseharian warga mulai dari interaksi di pasar tradisional, aktivitas di bandara, hingga sikap terbuka masyarakat dalam membantu dan menyambut pendatang,” ujarnya.

Keramahan tersebut bukan sekadar atraksi wisata melainkan bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat Kei yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi hingga saat ini. Dengan panorama alam yang indah, berwisata di Langgur akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Seluruh perjalanan menuju Kepulauan Kei diawali dari Bandara Karel Sadsuitubun (LUV) yang terletak di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara. Nama bandara ini tercatat di tiket dan itinerary ribuan pelancong setiap tahunnya, menjadikan Langgur sebagai simpul utama transportasi, logistik, dan pelayanan publik di Maluku Tenggara.

Di kota inilah wisatawan pertama kali menyaksikan bentang Laut Kei dari jendela pesawat, menghirup udara laut yang khas, serta merasakan ritme kehidupan kepulauan yang tenang dan bersahaja. Langgur menjadi pintu awal sebelum berbagai destinasi unggulan Kei ditemukan.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Maluku Tenggara Victor E. Budhi Toffi menambahkan, berbeda dari kota persinggahan pada umumnya, Langgur menawarkan pengalaman yang patut dinikmati.

“Dalam jarak tempuh singkat dari pusat kota, wisatawan dapat mengunjungi Goa Hawang di Desa Letvuan, destinasi alam dengan air sebening kaca yang sarat nilai sejarah dan legenda lokal atau alan-jalan pesisir di sekitarnya menghadirkan panorama laut biru jernih yang menjadi pengantar awal keindahan Maluku Tenggara,” bebernya.

Langgur juga menyediakan fondasi perjalanan wisata, ruang untuk beristirahat sebelum menyeberang ke pulau-pulau lain, pasar rakyat untuk mengenal kehidupan lokal, serta kawasan pesisir yang menghadirkan ketenangan di awal hari.

Pemkab Maluku Tenggara kian confident karena tidak semua kota memiliki peran sebagai gerbang menuju surga wisata alam sementara Langgur memilikinya. Semuanya berjalan bukan dengan gegap gempita melainkan melalui peran nyata sebagai pusat aktivitas dan penyambut pertama bagi setiap pengunjung di Kepulauan Kei.

“Oleh karena itu Pemkab Maluku Tenggara terus mengampanyekan “INI LANGGUR, AWAL DARI #KEIndahanIndonesia dan #VisitKei untuk mengajak masyarakat nasional dan mancanegara mengenal dan menyebut Langgur sebagai bagian penting dari cerita perjalanan wisata di Kei,” pungkas dia.

Data kunjungan wisatawan ke Kepulauan Kei juga terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2025 yang didukung daya tarik alam beragam: pantai pasir putih, perairan dangkal sejernih kaca, air terjun, dan titik trekking di pedalaman Kei Besar.

Pola data kunjungan wisatawan puncaknya terjadi saat Juli-Oktober yang bertepatan dengan musim liburan nasional dan penguatan awarness wisata Kei di berbagai kanal digital. Kategori wisatawan didominasi wisatawan domestic dan lokal dengan wisatawan mancanegara terus meningkat pesat di semester kedua khususny yang mengunjungi pantai maupun pulau-pulau kecil.

Lebih detailnya, destinasi kunjungan tahunan tertinggi ke Air Terjun Soindrat (18.275 pengunjung), Bukit Indah Bombay (16.275 pengunjung), Air Terjun Bombay (14.250 pengunjung), Pantai Ngursarnadan (13.851 pengunjung), Pantai Ngurtavur (10.910 pengunjung).

Dialog Strategis tersebut digelar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dan Beyond Borders Indonesia bekerja sama dengan Universitas Sahid Jakarta, serta didukung Invest in Islands, One Village One Innovation, dan McDonald’s Indonesia.

Selain Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun, pembicara lain adalah 

Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia dan mantan Direktur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Martani Huseini, Guru Besar Politeknik AUP Jakarta , Prof. Dr. Maman Hermawan, dan pakar hubungan internasional sekaligus Ketua Umum JMSI Pusat Dr. Teguh Santosa.


JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Sebelumnya

Kecelakaan Wisata 2025, Sektor Pariwisata Nasional Perlu Direformasi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Artikel Destinasi