post image
Panglima IRGC Mayjen Mohammad Pakpour
KOMENTAR

Komando Pusat AS merilis gambar Abraham Lincoln yang diapit oleh kapal perusak, jet tempur, pesawat pengintai, dan kapal penjaga pantai di Laut Arab pada tanggal 6 Februari. 

Iran menanggapi manuver itu dengan cara yang tak diduga sebelumnya: mendemonstrasikan kekuatan mereka sendiri.

Pada hari Senin, 16 Februari 2026, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) meluncurkan latihan maritim di Selat Hormuz, yang terletak di Teluk antara Oman dan Iran. 

Latihan tersebut memperlihatkan Panglima IRGC Mayjen Mohammad Pakpour memeriksa kapal-kapal angkatan laut di sebuah pelabuhan sebelum terlihat rudal diluncurkan dari sebuah kapal, seperti yang dilaporkan oleh Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC.

Selat tersebut dianggap sebagai salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan titik transit minyak yang vital. Sekitar seperlima minyak dan gas dunia mengalir melalui Selat tersebut, termasuk dari Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran. 

Pakpour terlihat terbang di atas pulau tersebut dengan helikopter dalam laporan yang menunjukkan manuver militer terbaru Iran.

Namun AS seperti tak mau tahu. Sehari setelah latihan militer Iran di Selat Hormuz, AS mengirimkan USS Abraham Lincoln ke perairan Arabia di dekat Oman. 

Manuver AS ini dilakukan di tengah rencana pertemuan delegasi kedua negara untuk membahas isu nuklir Iran.  

 

 


Prabowo ke Washington: Negosiasi Ekonomi dan Diplomasi Total Untuk Gaza

Sebelumnya

Jelang Pertemuan dengan Iran di Swiss, AS Kerahkan Kapal Induk ke Teluk Parsi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global