post image
Presiden Prabowo Subianto saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan bertemu Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi di Kantor Kemhan, Jakarta, 8 Maret 2024.
KOMENTAR

Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kedutaan Besar di Jakarta menyambut baik kesediaan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menjadi mediator untuk menengahi konflik yang tengah terjadi antara Iran dengan dua musuh utamanya, Amerika Serikat dan Israel. 

Apresiasi itu disampaikan dalam keterangan yang diterima redaksi beberapa saat lalu, Minggu, 1 Maret 2026. 

“Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini,” tulis pernyataan Kedubes Iran itu. 

“Ini menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” sambung Kedubes Iran.

Sebelum tiba pada bagian yang mengapresiasi kesediaan Presiden Prabowo memediasai konflik yang sedang terjadi ini, Kedubes Iran menguraikan daftar panjang kejahatan dan agresi yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel di Iran dan juga kawasan.

Serangan yang dilakukan AS dan Israel, Sabtu kemarin, 28 Februari 2026 dengan dengan sengaja menargetkan lokasi-lokasi sipil termasuk sekolah-sekolah, serta warga Iran yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadan. Tindakan ini sekaligus melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Republik Islam Iran.

“Dengan sangat disesalkan, dalam serangan biadab tersebut, Yang Mulia Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, mencapai kesyahidan di kantor beliau,” tulis Kedubes Iran.

Pada jam-jam pertama serangan, beberapa sekolah menjadi sasaran rudal Amerika Serikat dan rezim Zionis. Dalam serangan brutal tersebut, sebuah sekolah dasar di Kabupaten Minab hancur total dan hampir 200 anak perempuan tak berdosa mencapai kesyahidan.

Kedubes Iran mengatakan, Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel selalu mengklaim bahwa mereka akan membantu rakyat Iran. Padahal dengan  dalih yang sama pula, kedua negara ini membajak protes damai rakyat Iran pada Januari 2026 dan mengubahnya menjadi kerusuhan yang penuh kekerasan.

“Kini terlihat bagaimana mereka “membantu” rakyat Iran: dengan serangan rudal terhadap perempuan dan anak-anak tak berdosa di sekolah dasar, klub olahraga, rumah-rumah penduduk, dan lainnya, terlebih lagi di bulan suci Ramadan,” tulis keterangan itu lagi.

Kedubes Iran juga merujuk peristiwa-peristiwa di masa lalu yang memperlihatkan watak jahat AS dan Israel. Misalnya pada bulan Ramadan tahun 2003, dengan dalih membantu rakyat Irak, AS menyerang Irak.

“Sejak saat itu, yang diperoleh rakyat Irak tidak lain hanyalah kematian, kehancuran, dan penderitaan,” masih tulis Kedubes Iran.

“Rakyat Libya dan Afghanistan pun telah merasakan “bantuan” Amerika. Intervensi dan agresi Amerika terhadap negara-negara lain tidak menghasilkan apa pun selain kematıan dan kehancuran,” sambung keterangan itu.

Permusuhan Amerika terhadap Iran bukanlah hal baru dan berakar dalam tujuh dekade sejarah Iran. Intervensi, agresi, dan permusuhan Amerika terhadap Iran dimulai dari kudeta 19 Agustus 1953 atau 28 Mordad 1332 yang menggulingkan pemerintahan Dr. Mohammad Mossadegh, Perdana Menteri Iran saat itu. 

Setelah peristiwa itu, berbagai agresi yang dilakukan AS di Iran antara lain adalah sebagai berikut:

• Pemberlakuan sanksi politik dan ekonomi pada hari-hari awal kemenangan Revolusi Islam Iran tahun 1979 dengan tujuan menggagalkan revolusi yang menang atas kehendak rakyat Iran tanpa penggunaan senjata apa pun.

• Dukungan menyeluruh terhadap rezim Saddam Hussein dalam perang yang dipaksakan selama delapan tahun Irak melawan Iran (September 1980-Agustus 1988); dalam perang tersebut lebih dari 155.000 orang gugur dalam pertempuran langsung dan lebih dari 16.000 orang gugur akibat serangan rudal dan udara terhadap kota-kota.

• Penembakan pesawat penumpang Airbus d i atas Teluk Persia pada Juli 1988 oleh kapal perang USS Vincennes milik Amerika Serikat yang mengakibatkan gugurnya seluruh 291 penumpang termasuk 66 anak-anak. 

Dukungan terhadap organisasi-organisasi teroris termasuk Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) dalam pembunuhan luas terhadap warga sipil, pejabat politik dan militer, serta ilmuwan nuklir Iran sejak awal dekade 1980-an hingga kini; Iran dengan 17.000 korban teror merupakan korban terbesar terorisme d i dunia.

• Penciptaan terorisme dan ekstremisme dengan tujuan mengoperasionalkan proyek Islamofobia dan Iranofobia di kawasan dan dunia selama dua dekade terakhir.

• Peningkatan sanksi ekonomi terhadap Republik Islam Iran dengan dalih yang tidak berdasar sejak 2010 yang menimbulkan kesulitan ekonomi bagi rakyat Iran.

• Pembunuhan salah satu komandan senior militer Iran atas perintah langsung Presiden Trump pada Januari 2020 di Baghdad; beliau berada di Irak atas undangan pejabat militer Irak. 

• Dukungan terhadap serangan rezim Zionis terhadap Konsulat Republik Islam Iran di Damaskus pada April 2024.

• Dukungan terbuka terhadap serangan rezim Zionis k e pusat-pusat militer dan pertahanan Iran pada 26 Oktober 2024.


Iran Mulai Proses Pemilihan Pengganti Ali Khamenei, 5 Nama Dipertimbangkan

Sebelumnya

Dinamika Strategis Timur Tengah dan Implikasinya terhadap Keamanan Global dan Indonesia

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel Politik Global