Di tengah kesucian bulan Ramadhan yang seharusnya dijunjung tinggi dengan nilai-nilai perdamaian, dunia kembali menyaksikan kejahatan kemanusiaan yang memilukan. Aliansi Amerika Serikat dan Israel secara brutal dan kejam tak berperi kemanusiaan, melakukan serangan yang melanggar hukum internasional dan melukai perasaan umat Islam sedunia.
Demikian antara lain disampaikan Partai Masyumi dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum DR. Ahmad Yani dan Sekjen Samsuddin Dayan, 3 Maret 2026.
“Serangan ini tidak hanya menghancurkan dan merenggut nyawa rakyat, tetapi bahkan mengakibatkan gugur dan syahidnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Imam Ali Khamenei,” tulis mereka.
Keluarga Besar Masyumi menyampaikan duka dan belasungkawa sedalam-dalamnya, serta memanjatkan doa kiranya Allah menerimanya di sisiNya, dan semoga ruhul jihadnya tetap berkobar di dalam jiwa Umat Islam dunia. Masyumi meyakini bahwa perjuangan rakyat Iran dan Palestina adalah satu tarikan napas dengan perjuangan umat Islam di Indonesia. Umat Islam se-dunia adalah ibarat satu tubuh; penderitaan di satu bagian adalah luka bagi seluruh bagian lainnya.
Partai Masyumi memandang bahwa agresi AS-Israel itu bukan sekadar serangan militer biasa, melainkan eskalasi yang disengaja untuk menuju perang global yang mengancam stabilitas kawasan Dunia Muslim di Timur Tengah, demi kepentinga supremasi AS-Israel. Tindakan ini membuktikan bahwa hegemoni Barat tidak pernah menghormati kedaulatan negara-negara lainnya.
Partai Masyumi mengutuk keras serangan brutal AS-Israel itu sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan dan imperialisme modern demi supremasi kekuasaan mereka di kawasan. Ini adalah pelanggaran nyata terhadap piagam PBB dan hukum internasional yang harus dilawan oleh seluruh kekuatan dunia yang menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan.
Di sisi lain, Partai Masyumi meyakini bahwa serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS dan ke Israel adalah merupakan bentuk pembelaan diri yang sah (self-defense). Tindakan tersebut bukan ditujukan untuk mengganggu sesama negara Muslim, melainkan untuk meruntuhkan dominasi pangkalan perang AS yang menjadi sumber instabilitas di tanah kaum muslimin Kawasan Timur Tengah.
Pada bagian lain, Partai Masyumi menilai bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) sebagai inisiatif Presiden Prabowo, akan tidak memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemerdekaan Palestina. Aliansi BoP justru mandul dan tidak berdaya dalam mencegah agresi AS-Israel, yang membuktikan bahwa lembaga ini hanyalah alat diplomasi yang semu.
Tuntutan Partai Masyumi:
1. Partai Masyumi meminta Presiden Prabowo segera menarik diri dari keanggotaan BoP. Karena faktanya, lembaga ini tidak memiliki taring di hadapan agresi AS-Israel. Bertahan di dalamnya hanya akan menjadikan posisi Indonesia tidak efektif, mengingat hak veto dan kendali kebijakan tetap berada di bawah dominasi Donald Trump. Dan sebagai inisiator BoP, ia memiliki konflik kepentingan yang nyata demi ambisi supremasinya. Keberadaan Indonesia di dalam BoP justru berisiko memperkuat legitimasi politik Trump untuk mengambil keputusan sepihak yang merugikan kepentingan Dunia Islam.
2. Partai Masyumi meminta Presiden Prabowo untuk kembali pada mandat konstitusi—menghapuskan penjajahan di atas dunia—dan tidak membiarkan kebijakan luar negeri Indonesia terseret menjadi underbow atau kepanjangan tangan kepentingan AS-Israel. Inisiatif apapun untuk membantu kemerdekaan Palestina, harus dilakukan melalui mandate PBB, sebagai badan resmi yang memiliki legitimasi.
3. Partai Masyumi meminta Presiden untuk mendesak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk memberikan hukuman dan tekanan kepada Amerika Serikat dan Israel atas tindakannya melakukan serangan brutal dan kejam yang tidak berprikemanusiaan yang menyerang Iran. Tindakan ini melanggar hukum internasional.
4. Partai Masyumi meminta Presiden untuk menginisiasi penggalangan kekuatan kolektif negara-negara Muslim yang tergabung dalam OIC (Organization of Islamic Cooperation), guna membela kemerdekaan Palestina dan melindungi kedaulatan Dunia Islam dari setiap bentuk hegemoni asing. Ikhtiar ini justru memiliki sigfnifikansi bagi kepentingan kemerdekaan Palestina dan Dunia Muslim lainnya.
5. Partai Masyumi meminta Pemerintah Indonesia untuk terus mendesak PBB mengesahkan Palestina menjadi anggota penuh PBB sebagai negara Palestina merdeka yang berdaulat, dan mempercepat rekonstruksi Gaza sebagai bagian tak terpisahkan dari Negara Palestina merdeka, di bawah perlindungan PBB.
6. Partai Masyumi mengajak seluruh Ormas Islam dan elemen kekuatan umat Islam di Indonesia dan Dunia, untuk bersatu padu melawan segala bentuk imperialisme baru. Umat Islam harus mandiri secara politik, ekonomi dan militer agar tidak terus menjadi objek permainan kekuasaan global.
7. Partai Masyumi juga mengajak umat Islam di mana saja, untuk terus memanjatkan doa, memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT terhadap umat Muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah di berbagai belahan dunia.
![]()


KOMENTAR ANDA