Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pemelajaran
UNTUK pertama kalinya dalam 13 tahun, Nobel Sastra kembali ke Kanada.
Swedish Academy di Stockholm mengumumkan Kamis 8 Oktober kemarin: pemenang 2026 adalah Anne Carson, 76 tahun, penyair, esais, penerjemah dan profesor klasik dari Toronto.
Alasan juri: "for her bold and inventive oeuvre that, in playful dialogue with the classical tradition, has created new forms for contemporary literature"— untuk karya yang berani dan inventif, yang dalam dialog yang bermain-main dengan tradisi klasik, telah menciptakan bentuk-bentuk baru bagi sastra kontemporer.
Ini pilihan yang mengejutkan bagi pembaca umum, tapi tidak bagi dunia sastra. Carson adalah penyairnya para penyair. Kritik Harold Bloom menyebutnya penulis dengan ”palpable genius”, disandingkan dengan John Ashbery.
Carson bukan sastrawan biasa. Ia adalah filolog. Ia kuliah S1, S2, S3 di University of Toronto untuk bahasa Yunani kuno, lalu mengajar di Princeton, Michigan, McGill. Ia bisa menerjemahkan Sappho, Euripides, Sophocles, dan terjemahannya itu sendiri dianggap karya sastra baru.
Saat sekretaris tetap Akademi, Ingrid Carlberg, meneleponnya, Carson sedang di Islandia — tempat ia tinggal bersama suaminya seniman Robert Currie sejak 2022 dan sudah jadi warga negara — sedang "mendengarkan angin". "She was taken by surprise but very happy," kata Carlberg.
Apa yang membuat karyanya Nobel?
Ia menghancurkan batas genre. Di tangannya, esai akademik bisa jadi puisi, puisi bisa jadi novel, novel bisa jadi kotak.
Tiga karya utamanya:
1. Autobiography of Red (1998). Novel dalam bentuk syair. Ia mengambil mitos Yunani Geryon, monster merah berkepala tiga yang dibunuh Herakles, dan mengubahnya menjadi remaja sensitif yang jatuh cinta pada Herakles yang brengsek. Bahasa sederhana, luka yang sangat modern.
2. The Beauty of the Husband (2001). Esai fiktif tentang hancurnya pernikahan dalam 29 tango. Buku ini membuatnya jadi perempuan pertama yang menang T.S. Eliot Prize.
3. Nox (2010). Bukan buku, tapi kotak berisi lembaran akordeon panjang tentang kematian kakaknya yang terasing. Foto, surat, terjemahan Catullus, semua ditempel.
Juri Nobel menekankan, hampir seluruh produksinya berpusat pada persimpangan antara obsesi filolog terhadap kata dan keinginan penyair untuk makna baru. Ia memulai semua karya dari etimologi kata.
Carson adalah perempuan ke-19 dari 122 pemenang sastra sejak 1901. Ia penerus Alice Munro (2013) dan Saul Bellow (1976) sebagai penulis kelahiran Kanada yang menang.
Hadiahnya 11 juta krona Swedia. Tapi warisannya lebih besar: ia membuktikan bahwa puisi masih berguna, karena — seperti katanya sendiri kemarin — "it's faster and everybody is in a hurry."



KOMENTAR ANDA